15 January 2021, 05:15 WIB

Kerja Sama RI-Tiongkok kian Kukuh


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PEMERINTAH Indonesia dan Tiongkok sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di berbagai sektor, mulai pengembangan kawasan industri hingga kesehatan.

Terbaru, kedua negara menandatangani proyek kerja sama ‘Two Countries Twin Park’ di Parapat, Sumatra Utara, Selasa (12/1) lalu, yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

“Investasi Tiongkok di Indonesia telah memenuhi 4+1 rule of thumb yang ditetapkan oleh Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerja sama business to business (B2B),” kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Kerja sama bertajuk ‘Two Countries Twin Park’ yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Fujian, Tiongkok, itu melibatkan Yuanhong Industrial Park dengan Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, dan Kawasan Industri Batang.

Kerja sama itu diharapkan dapat menjadi model untuk kerja sama selanjutnya antara Indonesia dan Tiongkok di masa mendatang. Dengan model kerja sama itu, perusahaan asal ‘Negeri Tirai Bambu’ juga dapat berinvestasi di Indonesia, khususnya di bidang hilirisasi industri, mobil listrik, dan baterai litium.

Dalam pertemuan tersebut, Luhut mengatakan pemerintah Indonesia juga mendorong partisipasi Tiongkok dalam perpanjangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya. Saat ini Tiongkok baru terlibat dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Di sektor kesehatan, Indonesia dan Tiongkok diharapkan bisa membangun rumah sakit internasional agar tercipta kerja sama yang lebih mumpuni antara rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, serta kolaborasi riset dan teknologi antarnegara.

Dalam hal riset, Luhut juga me­ngundang perguruan tinggi Tiong­kok melakukan kerja sama riset di bidang obat herbal. Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan area seluas 500 hektare di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, yang akan difungsikan sebagai pusat herbal dan hortikultura.

Indonesia saat ini juga berharap dapat bekerja sama dengan Tiongkok  untuk melaksanakan program pengentasan masyarakat dari kemiskinan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pendidikan, dan industri. Program itu dilaksanakan sebagai bentuk penyerapan keberhasilan Tiongkok  dalam pengentasan kemiskinan.

Ekspor meningkat

Di kesempatan berbeda, dalam peluncuran Platform Dagang Digital Indonesia Store (IDNStore) secara daring, kemarin, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, mengungkapkan total perdagangan Indonesia dan Tiongkok untuk periode Januari sampai November 2020 mencapai US$69,4 miliar dengan nilai ekspor mencapai US$33,1 miliar atau meningkat 6,9%.

“Sementara itu, impor dari Tiong­kok menurun 11,5%. Dengan demikian, diharapkan bisa mengurangi defisit menjadi US$3,2 miliar,” kata Djauhari.

Ia berharap pada tahun ini tren itu bisa berkembang terus dengan kehadiran Platform Dagang Digital Indonesia Store atau IDNStore.

“Angka-angka itu jangan membuat kita terlena karena persaingan semakin ketat di Tiongkok, per­aturan-peraturannya juga semakin banyak,” ungkapnya. (Iam/E-2)

BERITA TERKAIT