14 January 2021, 23:00 WIB

Sektor Perumahan Butuh Langkah Progresif


Ahmad Punto | Ekonomi

PANDEMI Covid-19 telah mengubah kehidupan global dalam aspek sosial, budaya dan ekonomi. Termasuk sektor perumahan dan perkotaan. Dua bidang ini, mau tidak mau, harus mampu menyesuaikan dan berinovasi. Khususnya mereka yang bergerak di segmen menengah bawah agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin mudah mengakses rumah layak dan terjangkau. 

Hal itu dikatakan Ketua Umum The HUD Institute, Zulfi Syarif Koto, pada kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) ke-2 sekaligus tasyakuran ke-10 lembaga think tank di bidang properti dan perumahan tersebut di Tangerang Selatan, Rabu-Kamis (13-14/1) 

"Dengan pertimbangan itu pula dalam kesempatan ini kami akan mulai mengusung tagline baru perumahan di Indonesia yaitu 'Rumah Sehat Produktif Untuk Keluarga Sejahtera'," ungkapnya dalam keterangan pers, Kamis (14/1)

Tagline ini menurut Zulfi  berangkat dari berbagai kajian dan diskusi para pemerhati, pemerintah (pusat dan daerah), akademisi, dan praktisi atas fakta hadirnya COVID-19 di tengah-tengah kehidupan yang dinilai hambatan tapi juga sekaligus tantangan bersosial. 


Baca Juga:   Sandiaga Bakal Kembangkan 244 Desa Wisata

"Itu menuntut langkah progresif dengan mengarusutamakan kesejahteraan sosial, yaitu menempatkan rumah sebagai tempat terbaik untuk melakukan kegiatan produktif berpenghidupan yang berkesinambungan (liveability)," jelasnya.  

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris The HUD Institute, Muhammad Joni, menyebut lahirnya UU No 11/2020 UU tentang Cipta Kerja serta masih belum tuntasnya berbagai mandat aturan turunan akan menjadi tantangan pemerintah dan dunia usaha, juga menjadi harapan masyarakat di masa pandemi ke depan.  

Apalagi, kata dia, target RPJMN 2020-2024 dalam menaikkan rasio sektor ini yang dalam PDB semula hanya 2,9% menjadi sebesar 4%. Plus, target meningkatkan rumah tangga yang menghuni rumah layak dari 56,75% ke 70% serta penanganan perumahan melalui intervensi langsung sebesar 5,6 juta unit (pertahun 1,1 juta unit). 

"Semua itu adalah pekerjaan rumah yang memerlukan inovasi dan kelenturan aksi semua stakeholder di tengah tekanan pandemi Covid-19," tegas Joni. 

"Dengung kolaborasi saat ini tidak hanya dengung kolaborasi yang saling menguntungkan, tetapi saling melengkapi dengan upaya optimal untuk mewujudkan mandat konstitusi yaitu kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," sambungnya.

Sebagai informasi, dalam Mubes The HUD Institute ke-2 itu, Zulfi Syarif Koto dan Muhammad Joni kembali terpilih sebagai ketua umum dan sekretaris umum untuk periode kepengurusan 2021-2026. (RO/X-12)

BERITA TERKAIT