14 January 2021, 19:23 WIB

Ini Alasan Kemenhub Cabut Aturan Pembatasan Penumpang Pesawat


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

JURU Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menjelaskan pertimbangan pihaknya mencabut aturan pembatasan maksimal 70% kapasitas penumpang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai dengan 25 Januari.

"Dari hasil studi dari  International Air Transport Assocation (IATA), International Civil Aviation Organization (ICAO), maupun Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan bahwa belum ada kasus tertular Covid-19 di pesawat," jelas Adita kepada Media Indonesia, Kamis (14/1).

Selain itu, dia mengatakan, sampai saat ini penerbangan di berbagai negara tidak melakukan pembatasan kapasitas.

Meski demikian aturan pembatasan itu, Adita menegaskan, bukan berarti kapasitas penumpang pesawat menjadi 100% terisi. Pihaknya meminta maskapai menyediakan tiga baris kursi yang dikosongkan untuk area karantina jika ada penumpang yang menunjukkan gejala, seperti batuk, pilek atau demam.

"Itu hal yang wajib perihal penyediaan kursi kosong. Selain itu wajib menggunakan masker selama perjalanan, tidak boleh dilepas sama sekali," jelas Adita.

Baca juga : Ini Sebab Maraknya Fintech Lending di Indonesia

Selain itu, Kemenhub juga meminta penumpang pesawat tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

"Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam, terkecuali untuk kepentingan kesehatan seperti minum obat," terang Adita.

Selain itu, di dalam kabin pesawat, maskapai diminta udara disirkulasikan dengan baik menggunakan filter High Efficiency Partculate Air (HEPA). Sehingga, ucap Adita, udara dapat berganti dengan udara bersih tiap dua menit.

Sementara itu, Corporate Communication Sriwijaya Air Theodora Erika menuturkan, pihaknya masih memberlakukan pembatasan penumpang sebesar 70%. Dia mengaku, Sriwijaya Air masih mendiskusikan perihal pelonggaran jumlah penumpang itu 

"Tim Sriwijaya Air masih berkomunikasi dengan management terkait hal tersebut. Sejauh ini, iya masih 70%," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT