13 January 2021, 14:04 WIB

Kementan Targetkan Impor 2,6 Juta Ton Kedelai


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEPALA Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, menyebutkan target impor kedelai pada 2021 mencapai 2,6 juta ton. Dirinya menyebutkan kedelai impor 2,6 juta ton tersebut hanya untuk bahan baku tahu dan tempe saja.

"Stok kedelai pada akhir tahun 2020 sendiri sebanyak 411 ribu ton, perkiraan impor pada 2021 sebanyak 2,6 juta ton, hingga bulan Maret akan diimpor 650 ribu ton," kata Agung saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (13/1).

Kenaikan harga kedelai di masyarakat membuat pengrajin tahu tempe menjerit. Pada November 2020 harga kedelai di distributor harganya Rp7-8 ribu/kg, kemudian Desember naik menjadi Rp8.500/kg, dan Januari 2021 naik lagi menjadi Rp9.200/kg.

Baca juga : Tarif Tol Bakal Naik, ini Rinciannya

"Kami terus bekerja sama dengan stakeholder terutama dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan. Solusi yang diambil bersama adalah untuk 100 ke depan menurunkan harga kedelai di distributor menjadi Rp8.500/kg," ungkapnya.

Pengrajin tempe tahu sendiri mengambil kedelai dari distributor, sementara harga eceran kedelai mencapai Rp10.400/kg.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, menyebutkan total keseluruhan impor kedelai lebih dari 5 juta ton untuk bahan baku tahu tempe dan lainnya.

"Untuk tahu, tempe, industri tepung dan lainnya impor kedelai seluruhnya menjadi hampir 5 juta ton lebih. Tahu tempe sendiri 2,6 juta ton," ungkapnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT