13 January 2021, 05:10 WIB

Kesadaran K3 Minimalkan Kecelakaan Kerja


Mir/E-3 | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan fondasi pentingnya penerapan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sudah ada sejak lama, yaitu melalui pengundangan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Namun, meski budaya K3 sudah dicanangkan sejak setengah abad lalu, kecelaka­an kerja di Indonesia masih relatif tinggi.

Merujuk data BPJS Ketenaga­kerjaan, pada 2019 terdapat 114 ribu kasus kecelakaan kerja. Pada 2020 angka ini meningkat. Dalam rentang Januari hingga Oktober 2020, BPJS Ketenagakerjaan mencatat terdapat 177 ribu kasus kecelakaan kerja.

Karena itu, Menaker Ida menyebut tema peringatan Bulan K3 Nasional 2021 ialah Penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya K3 pada semua sektor usaha menjadi semangat dan langkah awal seluruh stakeholder ketenagakerjaan untuk membudayakan kesadaran budaya K3 di semua sektor industri guna meminimalkan kecelaka­an kerja.

“Tema ini menjadi sangat relevan sebagai upaya mengingatkan dan mendorong secara bersama-sama untuk menerapkan budaya K3,” kata Menaker Ida dalam siaran pers Hari Peringatan Bulan K3 Nasional 2021, kemarin.

Setiap tahun, Indonesia memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional pada 12 Januari sampai dengan 12 Februari. Tahun ini peringatan digelar di Kilometer Nol, Sabang, Provinsi Aceh.

Ida menyebut, untuk tercipta­nya K3 unggul, yaitu K3 yang menjadi budaya di lingkungan kerja atau industri, ada tiga hal yang harus dipenuhi. Pertama, komitmen dan kepemimpinan manajemen. Kedua, keterlibatan pekerja/buruh. Ketiga, tersedianya akses untuk memberikan masukan, kritik, dan saran untuk perbaikan K3.

“Adalah penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia melihat korelasi antara investasi pada K3 dan kinerja. Perusahaan yang meningkatkan investasi di bidang K3, tingkat kecelakaan akibat kerja akan menurun,” lanjut Ida. (Mir/E-3)

BERITA TERKAIT