11 January 2021, 10:27 WIB

Pasar Menanti Pelantikan Presiden Terpilih AS 20 Januari Mendatang


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PELANTIKAN Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menggulingkan Trump dari jabatannya. Apabila sebelumnya hal tersebut berlangsung ketika 6 bulan yang lalu, tentu Partai Demokrat akan melakukan segala sesuatu untuk menggulingkan Trump dari jabatannya. Namun karena tinggal beberapa hari hingga pelantikan, Presiden terpilih AS Joe Biden akan terfokus untuk mengambil kendali pemerintahan sebagai Presiden.

Di kubu Partai Republik sendiri tampaknya mulai ada perpecahan mengenai bagaimana sikap mereka terhadap Presiden Trump. Namun pemakzulan hanya akan semakin memecah Amerika. Satu lagi warisan dari Trump, mungkin akan memicu kenaikkan tensi antara Amerika dengan Tiongkok. Amerika pada akhirnya resmi menghapus beberapa batasan terkait dengan hal interaksi antara diplomat atau pejabat Amerika dengan Taiwan.

"Tentu saja hal tersebut membuat situasi dan kondisi semakin kompleks, karena sejauh ini kami melihat bahwa hal tersebut akan membuat Tiongkok semakin tidak menyukai Amerika. Namun apapun yang dilakukan Trump kepada Tiongkok, tampaknya Tiongkok tidak akan terlalu peduli," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (11/1).

baca juga: Desakan Agar Trump Mundur Menguat

Tiongkok akan lebih memilih untuk menanti masa depan yang baru bersama Joe Biden. Di satu sisi, di pihak Taiwan senang karena mendapatkan dukungan yang lebih besar dari Amerika. Joseph Wu, Menteri Luar Negeri Taiwan mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi karena telah mencabut beberapa batasan yang tidak diperlukan. Kemitraan antara Taiwan dan Amerika tentu didasarkan kepada persamaan nilai, kepentingan bersama, dan keyakinan yang begitu besar dalam hal kebebasan dan demokrasi.

"Namun seperti apapun situasi dan kondisi dunia, kami melihat ada potensi pasar akan bersorak sorai ketika tanggal Januati nanti yang akan mendorong pasar global mengalami kenaikkan tertingginya," kata Nico. (OL-3)

BERITA TERKAIT