06 January 2021, 10:28 WIB

AP II: 2020, Pergerakan Penumpang Capai 35,54 Juta Orang


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PRESIDEN Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengungkapkan seluruh bandara perseroan melayani 412.186 pergerakan pesawat (take off dan landing) dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 35,54 juta orang.

“Pada awal tahun, ketika terjadi pandemi covid-19, kami menetapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan [RKAP] yang baru dengan target jumlah penumpang 34,6 juta orang pada 2020. Target tersebut terlampaui dengan pergerakan penumpang mencapai 35,54 juta orang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/1).

Pihaknya mencatat, pada Januari hingga Februari 2020, jumlah penumpang di 19 bandara peseroan masih tergolong tinggi yakni sekitar 7 sampai 8 juta orang per bulan. Lalu, memasuki Maret, saat covid-19 sudah dinyatakan pandemi, jumlah penumpang turun sekitar 5 juta orang.

Pada April, AP II mencatat, jumlah penumpang sekitar 800.000 orang, kemudian Mei sekitar 118.000 orang.

Lalu lintas penerbangan mulai rebound pada Juni dengan jumlah penumpang sekitar 600.000 orang, kemudian berlanjut ke Juli sekitar 1,58 juta orang, lalu Agustus sekitar 2,15 juta orang dan September sekitar 1,83 juta orang.

Baca juga: Persoalan Bongkar Muat Kontainer Selesai jika Pandemi Berakhir

"Pada Oktober, jumlah penumpang kembali meningkat menjadi sekitar 2,18 juta orang, lalu November sekitar 2,91 juta orang, dan Desember sekitar 3,45 juta orang," jelas Awaluddin.

Sepanjang 2020 juga, Awaluddin menyebut, bandara AP II yang paling sibuk adalah Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah pergerakan pesawat 212.755 penerbangan dan jumlah pergerakan penumpang mencapai 20,54 juta penumpang.

Khusus untuk kargo, sepanjang tahun lalu mampu membukukan volume hingga 693,61 juta kilogram.

Muhammad Awaluddin mengatakan bisnis angkutan kargo relatif stabil jika dibandingkan dengan pasar angkutan penumpang pesawat.

“Tantangan cukup berat dan berdampak ke pasar penerbangan nasional apalagi internasional. Namun, di tengah tantangan ini seluruh bandara AP II dapat tetap optimal menjaga konektivitas udara Indonesia," pungkas Awaluddin. (OL-1)

BERITA TERKAIT