28 December 2020, 17:35 WIB

KEEN Optimistis terhadap Potensi Pengembangan EBT


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PERUSAHAAN penyedia energi baru terbarukan (EBT) PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) berencana melepas 20%-25% saham pada investor strategis. 

Saat ini prosesnya sedang dalam proses pembicaraan lebih lanjut. Beberapa calon investor dilaporkan tengah menjajaki peluang berpartisipasi membesarkan bisnis KEEN dengan mengambil alih 20% sampai 25% saham. 

"Mereka terdiri dari investor strategis besar yang bergerak di bidang energi terbarukan, baik internasional maupun nasional,” ujar Wakil Presiden Direktur PT Kencana Energi Lestari Tbk, Wilson Maknawi melalui rilis yang diterima di Jakarta, Senin (28/12).

Investor strategis tersebut diharapkan mempunyai visi dan misi yang sama dengan Kencana Energi, serta dapat menciptakan sinergi untuk mempercepat pembangunan dan menyediakan EBT di Indonesia serta membantu pemerintah mewujudkan pencapaian bauran energi EBT sebesar 23% pada 2025.

Menurut Wilson, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2019 lalu merupakan bagian dari strategi untuk terus mengembangkan energi terbarukan bersama mitra yang punya visi yang sama.

"Komitmen kami, setelah IPO, secara skala bisnis KEEN ini makin berkembang dengan kehadiran investor yang punya visi dan misi yang sama dengan kami. Ini bagian dari rencana untuk bersama mengembangkan proyek-proyek masa depan yang sudah kami rencanakan,” lanjut Wilson.

Karena tujuan jangka panjang tersebut, imbuhnya, calon investor strategis diharapkan bisa membawa dampak signifikan untuk pengembangan bisnis perusahaan. Sebab, untuk mengembangkan tiga power plant yang sudah dicanangkan perseroan, dibutuhkan dana investasi sekitar US$500 juta.

“Untuk itu kita butuh dukungan dari pasar modal dalam bentuk debt atau equity," ujar Wilson.

Bersama mitra strategis nanti, Kencana Energi akan mengembangkan tiga proyek baru. Ketiga proyek tersebut meliputi PLTA Kalaena, di Luwu Timur, berkapasitas 75 MW; PLTA Salu Uro di Luwu Utara, berkapasitas 90 MW; dan PLTA Pakkat 2 di Sumatera Utara dengan kapasitas 35 MW.

“Apabila PPA (power purchase agreement) dari proyek ini bisa didapat pada 2021, kami optimistis bisa menyelesaikannya pada 2025, saat itu KEEN diharapkan sudah memiliki total kapasitas sekitar 250 MW,” Direktur Operasional KEEN, Karel Sampe Pajung.

Kehadiran mitra strategis selanjutnya diharapkan bisa memuluskan langkah perusahaan mencapai target untuk mengelola pembangkit listrik dengan kapasitas 500 MW.

Rinciannya PLTA dengan kapasitas 250 MW, PLTB berkapasitas 165 MW, dan PLTS berkapasitas 100-125 MW. Tahapan selanjutnya menuju kapasitas 1.000 MW.

Dorong EBT
Sejak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 September 2019, Kencana Energi mencatat pertumbuhan bisnis yang cukup menjanjikan. Saat IPO, Kencana Energi baru memiliki satu PLTA, yakni PLTA Pakkat melalui PT Energy Sakti Sentosa dengan kapasitas 18 MW.

Setelah IPO, perseroan sukses menyelesaikan pembangunan dan mulai mengoperasikan PLTA Air Putih di Bengkulu melalui PT Bangun Tirta Lestari dengan kapasitas 21 MW. Tahun depan, mereka juga akan mengoperasikan PLTMH di Madong, Toraja Utara. Lalu tiga proyek lagi sedang mereka persiapkan hampir 200 MW..

Perusahaan akan terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia, dengan potensi EBT yang melimpah. Dengan demikian tidak perlu khawatir pasokan EBT berkurang bila pembangkit fosil dinonaktifkan satu saat nanti.

“Kalau di luar negeri pada 2050 (pembangkit fosil nonaktif). Kita bisa 2040-2050 kalau kita serius mengembangkan potensi energi hijau yang kita miliki,” ujar Wilson.

Dengan potensi yang ada, Wilson memproyeksikan Indonesia bisa sepenuhnya menggunakan pembangkit ramah lingkungan dalam 20 tahun ke depan. (X-12)
 

BERITA TERKAIT