26 December 2020, 08:55 WIB

Angkasa Pura II Klaim Tolak Gratifikasi terkait Perayaan Nataru


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Angkasa Pura II (Persero) mengklaim jajarannya tidak menerima gratifikasi terkait dengan momen Hari Raya termasuk Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan pihaknya mewajibkan penolakan gratifikasi untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG).

“Pelarangan menerima gratifikasi juga merupakan bagian dari upaya kami dalam menjaga dan membangun integritas karyawan,” kata Awaluddin dalam keterangannya, Sabtu (26/12).

Dia menuturkan pelarangan menerima gratifikasi ini diperkuat PT Angkasa Pura II dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor EDR.01.04/00/12/2020/0085 tentang Larangan Menerima Gratifikasi Menjelang Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, menindaklanjuti Surat Edaran KPK Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pengendalian Gratifikasi Terkait Momen Hari Raya.

Awaluddin menjelaskan, dengan surat edaran tersebut, PT Angkasa Pura II tegas memerintahkan jajarannya wajib menolak dan dilarang menerima gratifikasi yang berasal dari mitra, penyedia, atau pihak ketiga baik berupa uang. Lalu penolakan berupa voucher barang, parcel atau bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

“Setiap karyawan yang menerima gratifikasi dan tidak melaporkan sejak tanggal penerimaan akan dikenakan sanksi sesuai peraturan di perusahaan dan berpotensi dikenakan tindak pidana suap sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Awaluddin.

Baca juga: Angkasa Pura II Turunkan Tarif Tes Covid-19

Menurutnya, apabila karyawan dalam kondisi tertentu tidak dapat langsung menolak pemberian gratifikasi, maka wajib melaporkan penerimaan tersebut kepada unit terkait di internal perusahaan.

Begitu juga, lanjutnya, jika karyawan menerima makanan dalam batas kewajaran, maka dapat disalurkan ke pihak yang lebih membutuhkan dan juga melaporkan penerimaannya.

Melalui surat edaran tersebut, PT Angkasa Pura II meminta mitra, penyedia atau pihak ketiga dilarang memberikan gratifikasi berupa uang, voucher, barang, parcel/bingkisan, fasilitas dan/atau bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Di satu sisi, PT Angkasa Pura II dalam mencegah praktik korupsi adalah dengan menerapkan Sistem Manajemen Anti Suap (SMAP) yang telah mendapat sertifikat ISO 3007:2016.(OL-5)

BERITA TERKAIT