24 December 2020, 05:20 WIB

BSI-Muhammadiyah Capai Kesepahaman Majukan UMKM


Uka/Des/E-2 | Ekonomi

BANK Syariah Indonesia (BSI) dan Muhammadiyah mencapai sikap saling pengertian untuk bersama-sama memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami dan Muhammadiyah punya kesepahaman yang sama tentang pentingnya peran UMKM sehingga kita perlu mengembangkannya bersama-sama,” kata Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi dalam diskusi virtual dengan sejumlah pimpinan media massa, kemarin.

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi rencana Muhammadiyah yang akan menarik dananya dari tiga bank syariah yang tergabung dalam Bank Syariah Indonesia. Muhammadiyah menilai aset yang mencapai Rp214,65 triliun yang dimiliki oleh bank syariah terbesar di Indonesia itu berpotensi hanya akan difokuskan ke pengusaha besar.

Hery pun menepis kekhawatiran itu. Ia menegaskan pembentukan Bank Syariah Indonesia yang  merupakan hasil merger dari Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah, berangkat dari keinginan pemerintah memajukan ekonomi umat, terutama UMKM. Karena itu, sektor UMKM akan menjadi prioritas utama Bank Syariah Indonesia saat beroperasi secara resmi pada 1 Februari 2021 nanti.

“Modal dan aset Bank Syariah Indonesia memang menjadi sangat besar dan Muhammadiyah khawatir kita hanya memberi kredit kepada perusahaan besar, tidak ke UMKM. Kita tegaskan, Bank Syariah Indonesia tetap berkomitmen memberi kredit kepada UMKM supaya mereka berkembang,” tegas Hery.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (22/12), PP Muhammadiyah mendorong Bank Syariah Indonesia untuk berpihak pada  UMKM dan serta umat Islam sehingga mendorong peme­rataan kesejahteraan.

“BSI sesuai wataknya sebagai bank syariah sangat tepat apabila mendeklarasikan diri sebagai bank yang fokus kepada UMKM untuk percepatan perwujudan keadilan sosial ekonomi secara lebih progresif di negeri ini,” kata Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto saat membacakan pernyataan pers Muhammadiyah No 31/PER/I.0/A/2020.

Agung mengatakan fasilitas pendanaan BSI ke depan jangan hanya menguntungkan korporasi besar dan segelintir pihak. BSI yang berlabelkan syariah harus menaruh perhatian dan pemihakan pada program penguatan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam yang sampai saat ini masih lemah secara ekonomi. (Uka/Des/E-2)

 

BERITA TERKAIT