22 December 2020, 01:10 WIB

Pemerintah Serius Wujudkan Kedaulatan Pangan


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

DALAM jangka panjang, pemerintah sedang menyiapkan program kemandirian pangan. Di skala nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) kini membangun food estate.

Dalam skala kecil kini sedang didorong industri rakyat yang berawal dari budi daya skala rumah tangga. Dua lokasi menjadi model percon - tohan adalah Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali.

“Salah satu tantangan kita ialah keterbatasan lahan dan kawasan rumah yang semakin bertambah banyak. Meskipun demikian, kita tidak tinggal diam. Ibarat pepatah, jika hanya diam, siap saja menunggu kematian. Kita buat perkebunan ala rumah tangga. Setiap rumah ada tanaman kelapa, ada jeruknya, dan ada beragam tanaman sumber pangan lain,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Mentan berkunjung ke Kabupaten Boyolali bersama anggota Komisi IV DPR Luluk Nur Hamidah dan Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Mereka berkeyakinan jika program pertanian integrasi didorong dari skala rumah tangga mampu mendorong perekonomian masyarakat.

Menurut Mentan, kekuatan perekonomian rakyat bisa terbentuk bahkan dari halaman rumah rakyat. Integrasi budi daya padi, kelapa genjah, jeruk, dan aneka sayuran hidroponik, bebek, ikan nila, dan ikan lele dalam satu kawasan terpadu.

“Saya dan jajaran akan mem-back up ini. Setiap satu bulan sekali kami turun ke lokasi memantau perkembangan. Jika berhasil di satu kabupaten kami berharap bisa direplikasi ke kabupaten lain. Begitu seterusnya,” ujar Mentan yang akrab disapa SYL tersebut.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, yang turut mendampingi Mentan sangat mengapreasi rencana pemerintah pusat. Dia meyakini program sungguh sungguh dijalankan seluruh warganya.

“Sama-sama mengembangkan sektor petanian. Itu artinya sama-sama membela negara. Karanganyar punya tagline tangguh dan maju. Warga kami aktif melakukan pertanaman dan senantiasa ber hasil. Pertanian menyumbang pemasukan terbesar selama pandemi. Kami juga mendorong anak mu da kembali terjun ke pertanian,” ungkap Juliyatmono.

Selama berkunjung ke Karanganyar, Mentan melakukan tebar benih ikan, melihat aneka benih jeruk dan kelapa hingga mencicipi aneka produk olahan mulai dari jamujamuan, keripik asal sirip ikan lele, dan aneka produk olahan lain asal komoditas pertanian. Adapun total bantuan yang diberikan lebih dari Rp1,7 miliar. (Iam/X-3)

BERITA TERKAIT