18 December 2020, 14:12 WIB

SKK Migas Targetkan Lifting Minyak 705 Ribu Barel di 2021


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi 705 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan 5.638 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk gas di 2021.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, rencana kerja yang agresif ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya penurunan produksi di 2021 dan sebagai landasan untuk meningkatkan produksi menuju target 2030, yakni 1 juta BOPD.

“Penetapan target yang lebih tinggi diusahakan oleh SKK Migas, untuk memacu usaha-usaha peningkatan produksi yang lebih maksimal,” kata Dwi dalam keterangannya yang dukutip Jumat (18/12).

Lebih lanjut Dwi menyebut, target dan penetapan program kerja pada Work, Program & Budget  (WP&B) 202 itu naik dari usulan sebelumnya 667 ribu BOPD dan 5.143 MMSCFD gas.

"Kami berharap realisasi lifting nanti dapat dicapai lebih tinggi dibanding target APBN, sehingga dapat mengejar ketertinggalan target akibat pandemi Covid-19 kemarin,” ungkapnya.

Baca juga: Berantas Mafia Tanah, ATR/BPN Sertifikasi 10 Juta Tanah per Tahun

Untuk mengejar target lifting tersebut, SKK Migas bersama KKKS sepakat mencari terobosan agar dapat meningkatkan realisasi kegiatan di lapangan.

Deputi Perencanaan SKK Migas, Jaffee A. Suardin menyatakan, dalam pembahasan WP&B 2021 usulan kegiatan pemboran sumur pengembangan sebelumnya berjumlah 485 sumur, menjadi 616 sumur.

“Sedangkan workover yang sebelumnya diusulkan sebanyak 517 sumur diusahakan naik menjadi 615 sumur, dan well service yang sebelumnya diusulkan sebanyak 26.211 sumur menjadi 26.431 sumur,” terang Jaffee.

Penetapan target yang lebih tinggi itu, ungkapnya akan dapat dicapai apabila masalah perizinan untuk pembebasan lahan dapat dipercepat, fasilitas produksi tersedia tepat waktu, adanya tambahan insentif, serta permasalahan keekonomian lapangan yang dapat dicarikan jalan keluar.

SKK Migas, lanjut Jaffee, juga memperhitungkan kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja Rokan menjadi poin penting untuk mengejar capaian lifting 2021.

“Kami mengupayakan early and best effort di akhir 2020 untuk menjamin 90% terlaksananya kegiatan pengeboran di 2021. Mulai Desember ini kami tengah menyiapkan enam rig untuk melakukan tajak pengeboran,” jelas Jaffee.

Dalam WP&B 2021, angka investasi dipatok sebesar US$ 12,3 miliar dan cost recovery di angka US$ 8,34 miliar. Dengan asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) di tahun 2021 pada angka US$ 45 per barel, penerimaan negara diperkirakan dapat mencapai US$ 8,09 miliar. Angka ini juga berada di atas target APBN 2021 sebesar US$ 7,28 miliar.

“Hasil dari WP&B 2021 adalah rencana optimis SKK Migas dan KKKS, untuk itu kami akan memastikan seluruh program kerja yang telah dirancang dapat dilaksanakan sesuai dengan target,” pungkas Jaffee. (OL-4)

BERITA TERKAIT