08 December 2020, 13:49 WIB

Kebutuhan Energi Listirk Diprediksi Naik 4,5% Setiap Tahun


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEBUTUHAN energi listrik diprediksi akan meningkat hingga 4,5% per tahun berdasarkan skenario energi terbarukan atau green transition (GT).

"Pada skenario GT kapasitas listrik pada 2050 diprediksi mencapai 268 giga watt. Sehingga energi terbarukan mencapai 56%," kata Vice President Pertamina Energy Institute, Hery Haerudin saat webinar Energizing The Energy Transition, Selasa (8/12).

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Pertamina Energy Institute, menyebutkan bahwa pada 2050 energi terbarukan berasal dari energi surya dan angin yakni mencapai 67 GW pada skenario GT.

"Hal ini dikarenakan energi surya dan angin dari sisi cost merupakan paling murah saat ini, dilanjutkan dengan hidro dan panas bumi," jelasnya.

Hery menjelaskan bahwa kebutuhan energi sendiri didorong oleh beberapa hal seperti pertumbuhan ekonomi, populasi, dan mobilitas manusia.

Baca juga : Kebijakan di Sektor Energi Terbarukan Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengikuti trend pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara lain. Seiring berkembangnya sebuah negara maka tingkat pertumbuhannya akan melambat seiring dengan tingkat nominal Produk domestik bruto (PDB) yang sudah jauh lebih tinggi.

"Selanjutnya, populasi masyarakat Indonesia yang diprediksi mencapai 329 juta orang pada 2050 tentunya akan mempengaruhi kebutuhan energi," ucap Hery.

Terakhir, dengan bertambahnya populasi maka jumlah kendaraan akan ikut melesat. Pertamina memprediksi jumlah kendaraan pada 2050 mencapai 367 kendaraan untuk menunjang aktivitas masyarakat. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT