03 December 2020, 09:26 WIB

AP II Prediksi Puncak Libur Nataru 23-24 Desember


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Angkasa Pura (AP) II memperkirakan puncak arus mudik pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 terjadi pada 23–24 Desember 2020 dan 30–31 Desember 2020 di bandara. Serta puncak arus balik pada 3 Januari 2021.

President Director AP II Muhammad Awaluddin menuturkan pihaknya bakal monitoring lalu lintas penerbangan guna memastikan protokol kesehatan di 19 bandara tetap terjaga dan penerbangan berjalan lancar.

“Kesiapan personel ditingkatkan, infrastruktur di sisi udara dan terminal penumpang dipastikan siap digunakan, dan seluruh prosedur akan dijalankan pada Angkutan Nataru ini, termasuk saat puncak arus mudik dan arus balik,” ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu (2/12).

Baca juga: Usulan Indonesia soal Pergantian Awak Kapal Diterima PBB

Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, guna mendukung kelancaran keberangkatan dan kedatangan penumpang pesawat, bandara-bandara PT Angkasa Pura II bakal memberikan kepastian adanya slot time penerbangan bagi maskapai.

Lalu, alokasi penerbangan tambahan atau extra flight dan perpanjangan jam operasional bandara-bandara apabila dibutuhkan, pada seluruh tanggal misalnya di sepanjang 18 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021.

Dia juga menyebut, posko Nataru akan diaktifkan di seluruh bandara sebagai wadah 3C di antara stakeholder, yakni Coordination, Communication dan Collaboration.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, Posko Nataru hanya digunakan untuk memantau tren lalu lintas penerbangan, dan pada tahun ini, dengan adanya pandemi covid-19, tugas Posko bertambah yakni memonitor operasional bandara dan pelayanan," kata Awaluddin.

Posko Nataru 2020/2021, lanjutnya, akan memiliki key performance indicator (KPI) untuk memonitoring area operasional dan pelayanan guna menjaga kinerja sumber daya manusia, keandalan infrastruktur di sisi udara dan darat serta penerapan berbagai prosedur.

Salah satu bentuk monitoring aspek operasional di bandara, kata Awaluddin, misalnya memastikan penerapan physical distancing, kelancaran validasi dokumen rapid test/PCR test, dan check in area. Sementara salah satu monitoring aspek pelayanan antara lain memastikan ketersediaan hand sanitizer, pelaksanaan disinfeksi, kebersihan di setiap area. (OL-1)

BERITA TERKAIT