03 December 2020, 08:49 WIB

Pembangunan Ekonomi Syariah Untuk Keadilan Umat


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 serta gejolak politik dalam negeri membawa dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Di tengah segala dinamika yang ada, sekelompok generasi muda Islam yang tergabung dalam Rabu Hijrah tetap konsisten menyuarakan pentingnya memaksimalkan ekonomi syariah di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Rabu Hijrah bekerja sama dengan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA) menggelar talk show bertema Reorientasi Umat Dari Politik Ke Ekonomi Syariah. Mengambil momentum 212, talk show ini diselenggarakan Rabu (2/12) di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pasat. Dihadiri oleh aktivis Pemuda Islam tingkat nasional dan umum baik secara fisik maupun virtual.

Sejumlah pembicara yang mengisi talk show adalah Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia KH. Hamka Haq, anggota Komisi XI DPR RI  Puteri Komarudin, Asisten Stafsus Wapres Bidang Ekonomi dan Keuangan,Guntur Subagja, dan Ketua Pemuda Dewan Masjid Indonesia Arief Rosyid Hasan selaku penggagas Rabu Hijrah.

"Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin menekankan pentingnya sistem ekonomi yang berkeadilan dan keumatan. Mengapa kita harus pro aktif dalam membangun ekonomi umat? Lima besar eksportir produk halal terbesar di dunia tidak ada yang negara Muslim. Sebaliknya, lima besar importirnya adalah negara-negara Muslim, termasuk Indonesia," kata Guntur Subagja.

Arahan dari Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin seolah bagai gayung bersambut dengan apa yang selama ini disuarakan oleh para aktivis Rabu Hijrah. Konsisten merangkul dan menggerakkan generasi muda Islam sejak 2004, serta mengawal isu ekonomi keumatan sejak 2010. Seperti dikemukakan penggagas Rabu Hijrah, Arief Rosyid bahwa semua umat Islam bertanggung jawab untuk membangun ekonomi umat.

"Kita semua bertanggung jawab untuk membangun ekonomi umat. Reorientasi umat dari politik ke Ekonomi Syariah bukan berarti kita tidak perlu mengurus politik, tapi di tengah situasi politik dalam negeri saat ini, mari kita bersama-sama fokus memaksimalkan potensi ekonomi syariah di bangsa," kata Arief.

Menanggapi pemaparan Guntur dan Arief terkait perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin mengatakan langkah pemerintah harus diapresiasi melalui Kementrian BUMN, yang akan melakukan merger bank syariah.

Harapannya, bank syariah dapat semakin menggerakkan UMKM dan tentunya semakin membesarkan ekonomi syariah Indonesia di mata dunia. Contohnya dalam hal industri halal, selama ini Indonesia hanya menjadi pasar industri halal yang besar namun belum menjadi produsen. Harapannya, industri halal bisa semakin ditingkatkan lagi agar menjadi suatu kesatuan yang holistik.

"Oleh sebab itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk mendukung RUU Ekonomi Syariah. Pembahasannya belum dimulai saat ini, tetapi kita memerlukan dukungan dan aspirasi dari rekan-rekan yang hadir di ruangan ini," kata Puteri Komaruddin.

Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia, KH Hamka Haq mendukung ekonomi syariah di Indonesia harus terus diperkuat.

baca juga: Kaji Ulang Spin Off Unit Usaha Syariah

"Kembali mereorientasikan umat ke ekonomi. Tema disksusi malam ini sangat relevan dengan situasi yang sedang dihadapi bangsa ini. Satu jawaban saya, mari kita fokus pada pesantren-pesantren agar memiliki kurikulum pengembangan ekonomi dan pengembangan keterampilan berekonomi. Jangan hanya keterampilan mengajar atau keterampilan bahasa, agama, dakwah, dan sebagainya, tapi melupakan ekonomi," kata Hamka Haq.

Ia menambahkan tanpa keahlian di bidang ekonomi dan teknologi yang diperlukan dalam mengelola ekonomi maka SDM Indonesia akan terus digarap oleh orang asing.(OL-3)

BERITA TERKAIT