03 December 2020, 05:25 WIB

Petrokimia Jadi Solusi Kemunduran Migas


(Iam/Ins/Ant/E-2) | Ekonomi

MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kompleks kilang terintegrasi petrokimia menjadi salah satu solusi industri migas di masa depan.

Dalam gelaran 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG 2020) secara virtual, kemarin, Luhut mengatakan tren harga minyak terus turun, bahkan sejak sebelum pandemi covid-19 karena kemajuan teknologi dalam produksi shale oil.

Ditambah lagi permintaan yang juga turun dari negara-negara pengimpor akibat pandemi sehingga memengaruhi permintaan minyak dunia.

"Meski banyak pihak memprediksi permintaan minyak tidak akan setinggi sebelumnya, industri minyak dan gas harus berkembang. Kompleks kilang terintegrasi dan petrokimia bisa jadi salah satu solusi," kata Luhut.

Ia pun mendorong pengembangan industri petrokimia untuk mengoptimalkan produksi bahan kimia dari industri migas seperti yang dilakukan oleh Hengli dan Xinjiang Petrochemicals. Saudi Aramco juga disebutnya sedang mengerjakan teknologi serupa yang lebih maju.

"Industri petrokimia akan menyediakan bahan untuk berbagai produk seperti plastik, film, serat, mainan, suku cadang otomotif, wadah makanan, ban, dan bahkan farmasi," kata Luhut.

Di gelaran yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pandemi covid-19 telah memukul industri pertambangan, termasuk migas.

"Sektor pertambangan termasuk migas, terpukul sangat parah oleh pandemi covid-19 ini. Permintaan menurun sangat signifikan secara global. Soal harga minyak, kami juga melihat volatilitas yang dramatis selama pandemi," katanya.

Sri Mulyani mengatakan, untuk produksi yang sudah ada, pemerintah benar-benar harus memastikan akan ada efisiensi mengingat perubahan yang tidak tetap dari harga minyak dan gas.

Menteri ESDM Arifin Tasrif di acara itu menyampaikan pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi ketidakpastian agar bisa meningkatkan daya tarik investasi migas di Indonesia.

Upaya itu dimulai dari penyederhanaan perizinan yang telah dilimpahkan ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Upaya lainnya yakni penyediaan dan keterbukaan data bagi investor. (Iam/Ins/Ant/E-2)

BERITA TERKAIT