03 December 2020, 05:20 WIB

Belanja Digenjot sejak Awal


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Pemerintah akan mengenjot pelaksanaan belanja negara sejak awal tahun.

Hal ini bertujuan untuk membantu penanganan wabah covid-19 dan pemulihan ekonomi pada tahun depan.

"Presiden Jokowi telah menegaskan agar langkah-langkah implementasi APBN 2021 harus dapat dilaksanakan sejak awal Januari 2021," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam akun Instagram-nya.

Menkeu mengatakan daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) telah diserahkan lebih awal pada 25 November lalu sehingga pengadaan barang dan jasa bisa dilakukan di akhir tahun ini.

Alokasi belanja pada APBN 2021 sebesar Rp2.750 triliun akan diutamakan untuk melanjutkan program penanganan covid-19 agar optimal.

"Anggaran itu diutamakan untuk melanjutkan program penanganan covid-19, seperti perlindungan sosial, vaksinasi, dan bantuan untuk sektoral serta pemda dalam pemulihan covid," ujar Sri Mulyani

APBN 2021 juga akan mendukung reformasi sektor penerimaan negara yang diharapkan mengembalikan konsolidasi dan kesehatan APBN.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri mengatakan, tahun depan ketidakpastian masih akan membayangi ekonomi Indonesia. Namun, kebijakan pemerintah melakukan pembatasan wilayah secara parsial telah menyelamatkan ekonomi dari ancaman resesi.

"Akibat pandemi, sektor swasta tidak bisa beroperasi secara normal sehingga kapasitas ekonomi tidak dapat dimanfaatkan secara utuh. Maka, ekonomi tidak akan pulih sepenuhnya tahun depan dan diperkirakan baru kembali normal pada 2022," ujar mantan menteri keuangan itu.

Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, mengapresiasi beberapa sektor yang masih bisa tumbuh positif meski terjadi resesi. Pada kuartal III 2020, sektor pertanian tumbuh 2,15%, pemasok air 6,04%, komunikasi 10,83%, dan jasa keuangan 1,05%.

Perubahan kebijakan, menurutnya, menjadi kunci utama dalam mendorong pemulihan ekonomi. Sektor pertanian dipercaya dalam menjadi andalan menghadapi ancaman resesi.

"Berbicara tentang sektor pertanian, tentu subsektor utamanya ialah perkebunan sawit. Namun, sektor minyak sawit tetap menghadapi ketidakpastian pasar ekspor dan program mandatori B-30 telah menyelamatkan industri sawit saat ini," pungkasnya.

 

Menarik investasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif di 2021. Ia pun mengajak investor untuk menanamkan investasi di Tanah Air untuk memajukan perekonomian.

"Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dengan 273 juta orang dan PDB lebih dari US$1 triliun. Saya optimistis mulai tahun depan perekonomian Indonesia akan tumbuh positif," ujar Luhut.

Luhut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat hingga 5% pada 2021. Selain itu, dia mengatakan, akibat dampak pandemi covid-19 pertumbuhan PDB di Asia diperkirakan menyusut 2,9% pada 2020 dan 2,8% di ASEAN pada khususnya.

"Namun, kami optimis badai akan berlalu. Saat ini Indonesia bisa menekan pandemi covid-19," tandasnya.

Indonesia juga terus membenahi iklim investasi guna membuat investor merasa nyaman. Salah satunya dengan penerapan UU Cipta Kerja yang diharapkan dapat implementasikan pada 2021. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT