02 December 2020, 05:55 WIB

Tekan Uang Tunai, Pelindo III Gandeng Himbara


(Ins/E-2) | Ekonomi

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo) bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri melaksanakan penandatanganan
memorandum of collaboration tentang Kerja Sama Penyediaan Layanan Jasa Perbankan dan Pengembangan Terminal Multipurpose Labuan Bajo di Jakarta, kemarin.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Direktur Utama PT Pelindo III U Saefudin Noer, Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Dirut BRI Sunarso, dan Wakil Dirut BNI Susi Adi Sulistyowati.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo yang memberi arahan dalam penandatangan itu menyatakan terminal multipurpose akan menjadi salah satu poin penting dalam mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima destinasi pariwisata superprioritas.

“Penggunaan integrated e-gate system pada Terminal Multipurposes Labuan Bajo akan membantu meminimalkan uang tunai dengan menggunakan cash transaction management.

Diharapkan tidak ada pungli dan memperbaiki SLA pelayanan di ekosistem Terminal Multipurpose Labuan Bajo,” kata Kartika dalam keterangannya, kemarin.

Ia menambahkan Terminal Multipurpose Labuan Bajo akan memberi dampak ekonomi dan sosial serta membuka lapangan kerja baru kepada masyarakat sekitar.

“Teminal multipurpose ini wujud kolaborasi yang baik antara BUMN dengan Kemenhub, Pemprov NTT, Pemkab Manggarai Barat, dan berbagai pihak lainnya,” jelas Kartika.

Direktur Utama PT Pelindo III U Saefudin Noer menambahkan, memorandom of collaboration itu dapat mengoptimalkan fasilitas pelayanan dengan diimplementasikannya e-port pada Terminal Multipurpose Labuan Bajo. Memorandum itu juga dianggap bagian dari akselerasi menuju upaya membangun
greenport Labuan Bajo.

“Pelindo III menilai positif kolaborasi bersama dengan bank Himbara. Kolaborasi ini untuk akselerasi pembangunan terminal greenport di Labuan Bajo yang berbasis kolaborasi, technology leadership, dan kelestarian lingkungan, serta adapatasi terhadap perkembangan teknologi, tetapi didasari kearifan lokal,” pungkas Saefudin. (Ins/E-2)

BERITA TERKAIT