01 December 2020, 21:44 WIB

OECD Ramalkan Ekonomi Global Kontraksi 4,2% di 2021


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

GELOMBANG kedua pandemi virus korona secara dramatis melemahkan pemulihan ekonomi global. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di 2021 mengalami kontraksi 4,2%.

Ada penurunan yang sangat besar diramalkan terjadi di kawasan Eropa, seperti di Inggris, dengan perkiraan untuk yang terakhir dipangkas menjadi 4,2% dari 7,6%. Proyeksi ekonomi Amerika Serikan bakal turun menjadi 3,2% dari 4%.

"Jika kesehatan masyarakat atau kebijakan fiskal goyah, maka kita akan melihat hilangnya kepercayaan dan pandangan yang jauh lebih menyedihkan," kata Kepala Ekonom OECD Laurence Boone dilansir Bloomberg, Selasa (1/12).

Organisasi yang berbasis di Paris, Prancis itu mengatakan, penguncian wilayah atau lockdown bakal berlanjut untuk beberapa waktu. Kerapuhan ekonomi dunia akibat guncangan tajam pada awal pandemi memberi jalan kepada kemerosotan berkepanjangan di banyak kawasan.

Baca juga : Kanada Siap Tarik Pajak Digital pada Raksasa Teknologi

"Dampak ekonomi bisa sangat parah, yang pada gilirannya meningkatkan risiko gejolak keuangan dari negara dan perusahaan yang rapuh, dengan pengaruh global," kata Boone.

Ke depan, OECD memprediksi, pertumbuhan ekonomi dunia akan rata-rata 4% selama dua tahun ke depan. Mereka mengharapkan pertumbuhan PDB riil mencapai 4,2% pada 2021, dipangkas dari perkiraan September sebesar 5% - dan 3,7% pada 2022.

Eropa dan Amerika Utara akan memberikan kontribusi pertumbuhan yang lebih sedikit di 2021, sementara Tiongkok akan menyumbang lebih dari sepertiga global.

OECD sendiri memantau dan memberi saran kepada 37 negara anggotanya tentang kebijakan ekonomi, menyatakan optimisme yang hati-hati tentang ekonomi dunia yang mendapatkan momentum hingga tahun 2022. (Bloomberg/OL-7)

BERITA TERKAIT