30 November 2020, 05:20 WIB

UMKM di Kalimantan Tengah Siap Bersaing di Era Digital


(S1-25) | Ekonomi

DUKUNGAN sektor koperasi usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di Provinsi Kalimantan Tengah terus meningkat dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi, sejak 2016 hingga saat ini.

"Peningkatan daya dukung KUMKM (koperasi, usaha mikro, menengah, kecil) dalam pembangunan ekonomi, merupakan realisasi dari RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2016-2021, yakni pembangunan KUMKM yang dilaksanakan melalui berbagai kebijakan," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kalimantan Tengah, Aty Mulyati di Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Peningkatan daya dukung tersebut, jelasnya, dapat dilihat dari jumlah tenaga kerja sektor KUMKM dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Dimulai pada 2016, jumlah tenaga kerja pada sektor ini mencapai 63.186 orang, jumlah ini meningkat dibandingkan 2015 yang hanya sebanyak 27.648 orang.

Pada 2017, meningkat menjadi 73.442 orang, 75.918 orang pada 2018, hingga pada akhirnya menjadi 85.242 orang pada 2019.

Tren kenaikkan jumlah tenaga kerja pada KUMKM menunjukkan, sektor ini memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi daerah maupun kesejahteraan masyarakat.

"Hal itu merupakan realisasi dari visi yakni mewujudkan KUMKM sehat, kuat, tangguh dan mandiri dalam rangka perluasan kesempatan kerja dan berusaha, pemerataan pendapatan, pengurangan kemiskinan, serta memberikan dukungan terhadap kontribusi perekonomian Kalteng," jelasnya.

Usaha keras yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah tidak mengkhianati hasil. Terbukti KUMKM di provinsi itu terus mengalami kenaikan angka pertumbuhan pasar yang signifikan setiap tahunnya.

Angka pertumbuhan KUMKM di Kalimantan Tengah per tahun mencapai 9,79%. Hal itu terjadi karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sangat fokus pada program prioritas pembangunan koperasi, usaha mikro kecil menengah (KUMKM) yang dilaksanakan pada periode 2016-2021 oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah per tahun mencapai 9,79%. Konsultan Pendamping PLUT-UMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu-Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bertugas meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) UMKM," kata Ati Mulyati.

Kakak asuh

Upaya yang dilakukan tersebut juga didukung oleh pemerintah pusat yang meluncurkan program 'anak asuh' KUMKM untuk mendorong para pelaku KUMKM 'melek' digital.

Selaras dengan program dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) membuka peluang kerja sama KUMKM daerah dengan unicorn start up, seperti Bukalapak dan Shopee. Melalui kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas pemasaran produk UMKM di Kalteng.

Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Tengah pun terus melakukan pembinaan terhadap para pelaku KUMKM. Yang antara lain, melalui kerja sama pprogram 'kakak asuh' yang berperan sebagai mentor. 'Kakak asuh' adalah pengusaha akan memberikan bimbingan kepada pelaku KUMKM yang menjadi 'adik asuhnya'. "Yang menjadi 'kakak asuh' adalah mereka yang sudah dilatih dan juga sudah paham mengenai digital marketing," ujar Ati Mulyati.

Saat ini, pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan data 'kakak asuh' yang masuk dalam program tersebut. Para 'kakak asuh' tersebut nantinya akan mereka kirimkan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI.

"Tapi kita tidak menentukan siapa 'adik asuh' mereka. Monggo memilih sendiri karena ini akan membawa nama Kalimantan Tengah. Jangan sampai mereka kita paksakan. Keinginan kita dengan program 'adik asuh' ini kita yang menentukan tapi yang memiliki potensi dan kualitas barang yang diproduksi. Jadi kita biarkan mereka bebas menentukan siapa 'adik asuh' mereka," tegasnya.

Ati Mulyati menjelaskan produk yang mengalami peningkatan penjualan atau booming di Kalteng adalah obat tradisional. Namun, pihaknya tidak hanya memasarkan obat tradisional saja, produk lokal lainnya berbahan dasar rotan juga dipasarkan.

"Yang lagi booming saat ini obat tradisional kita. Lalu kita masuk lagi ke pengrajin rotan lokal baik tas dan model-model lainnya," ujarnya.

Focus Rencana Program Prioritas Pembangunan KUMKM yang dilaksanakan pada periode 2016-2021 oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kalteng, pertama ialah program penguatan kelembagaan koperasi. Hal itu untuk mengembangkan praktik berkoperasi yang sesuai nilai, jati diri, prinsip dan asas koperasi.

Program prioritas kedua adalah penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi koperasi dan UMKM. Hal itu untuk mewujudkan pemberdayaan UMKM yang lebih koordinatif dan partisipatif yang didukung peningkatan peran masyarakat dalam pemberdayaan KUMKM.

KUR dan penjaminan kredit

Fokus rencana program ketiga adalah peningkatan akses terhadap sumber daya produktif. Program tersebut untuk peningkatan akses koperasi dan UMKM kepada sumber daya produktif, terutama berkaitan dengan jangkauan dan jenis sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usaha koperasi dan UMKM. Yang antara lain ialah kredit usaha rakyat (KUR) dan penjaminan kredit KUMKM sebagai bagian penting untuk meningkatkan usaha masyarakat.

Program prioritas keempat adalah pengembangan produk dan pemasaran bagi koperasi dan UMKM. Program tersebut bertujuan untuk mengembangkan produk koperasi dan UMKM menjadi lebih berkualitas, inovatif dan kreatif, yang bisa bersaing di pasar domestik maupun mancanegara melalui promosi/publikasi produk-produk unggulan daerah.

Program prioritas kelima adalah peningkatan daya saing SDM koperasi dan UMKM. Hal itu dimaksudkan untuk peningkatan kapasitas dan produktivitas SDM koperasi dan UMKM di bidang manajemen organisasi, pemasaran, teknologi melalui diklat, bimtek, sosialisasi, dan penyuluhan.

Hal itu didukung dunia usaha, pengelola dan pekerja yang memiliki kompetensi yang tinggi dan wirausaha handal meningkatkan jumlahnya. Wirausaha baru yang didukung pola pengembangan kewirausahaan yang tersistem serta peningkatan SDM aparatur pembina.

Program prioritas keenam ialah peningkatan daya saing koperasi dan UMKM. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas usaha koperasi dan UMKM sehingga mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan dengan skala yang lebih besar (naik kelas atau scaling-up). Hal itu penting dilakukan untuk mendukung kemandirian perekonomian daerah.

Kembangkan IKM

Di sisi lain, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah juga giat mengembangkan industri kecil menengah (IKM). Pengembangan ekonomi kerakyatan merupakan salah satu strategi pembangunan yang menempatkan sektor ekonomi rakyat. Hal itu merupakan salah satu sasaran utama pembangunan daerah.

Produk yang dikembangkan selama ini adalah getah nyatu, sumpit, moulding dan berbagai jenis kerajinan rotan.

IKM binaan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah tersebut ikut serta dalam pameran Internasional Trade Expo Indonesia. Hal itu untuk peningkatan dan pengembangan negara tujuan ekspor hasil produk IKM.

Selain itu, tujuan mengikuti pameran untuk membantu para pelaku IKM mempromosikan dan memasarkan produk-produk mereka ke luar daerah ataupun ke luar negeri. Serta untuk menambah wawasan para IKM binaan dalam pengembangan produk mereka agar mampu bersaing dengan produk lain di luar Kalimantan Tengah.

Dalam pameran tersebut para IKM binaan diberi kesempatan melakukan transaksi bisnis dengan para pembeli. IKM yang sampai saat ini belum melakukan ekspor juga terus gencar menawarkan produknya ke pembeli atau importir.

Pada masa pandemi covid-19, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah juga gencar memberi bantuan bagi pelaku industri kecil yang terdampak.

Hal itu untuk memecahkan masalah IKM ketika merebaknya covid-19. Persoalan yang dihadapi IKM adalah menurunnya tingkat penjualan hasil produk. Langkah-langkah strategis pun dilakukan untuk membangkitkan perekonomian.

Salah satu langkah cepat agar para pelaku usaha bisa bertahan di tengah pandemi adalah dengan melakukan bimbingan teknis dan pelatihan. Bimbingan teknis diberikan antara lain pada produk terkait kemasan obat tradisional penambah imunitas tubuh. Hasil bimtek itu berupa teh herbal yang dibagikan pada masyarakat.

Bimbingan teknis bagi IKM di bidang konveksi berupa pelatihan pembuatan masker kain dengan motif kain khas Kalimantan Tengah dan juga alat pelindung pelindung diri (APD). Selain itu, ada bimbingan teknis diversifikasi produk olahan limbah kayu.

IKM yang terkena dampak pandemi covid-19 diberi keterampilan diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan selama masa pandemi. Produk yang dihasilkan tersebut berupa tempat tisu, bak sampah, dan wastafel (tempat cuci tangan).

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah juga memberi pelatihan kepada para pelaku IKM di industri olahan kayu dan pelatihan teknis keterampilan pengelasan.

Para peserta yang mendapat bimbingan teknis ataupun pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas.

Selain diberi bimbingan teknis atau pelatihan, peserta mendapat bantuan peralatan, yang antara lain bantuan berupa alat pengelasan untuk membantu meningkatkan kualitas hasil usaha IKM. (S1-25)

BERITA TERKAIT