29 November 2020, 22:58 WIB

Penyedia Wi-Fi tanpa Biaya Segera Go Public


Mediaindonesia.com | Ekonomi

BURSA Efek Indonesia kini kembali bergairah dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan yang hampir mencapai 6.000. Ini tentu menarik berbagai perusahaan untuk melakukan penawaran saham perdana (IPO), seperti Surge yang bergerak dalam bidang distribusi internet kepada publik tanpa biaya.

Dengan memperkuat modal kerja melalui dana publik, Surge berharap dapat meningkatkan kualitas layanan serta memperluas ekosistem digital perusahaan agar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama layanan publik seperti transportasi massal maupun para petani dan pedagang kecil. Peluang bisnis yang berorientasi bagi publik membuat Surge yakin publik akan mendukung penawaran umum perdana karena peluang bisnis yang tidak semata berorientasi kapital.

Selain didukung data yang jelas, Surge didukung banyak individual yang berpengalaman di bidang telekomunikasi. Direktur Utama Surge, Hermansjah Haryono, yang sudah malang-melintang di industri telekomunikasi selama 17 tahun, secara personal merasa termotivasi membidani perusahaan teknologi digital yang menjanjikan tersebut.

Menurut Hermansjah, yang sedang Surge sasar yaitu mimpi dari para profesional yang berasal dari industri telekomunikasi, yakni membangun ekosistem digital bermula dari hulu (infrastruktur telekomunikasi) ke hilir (platform OTT dan Ads). Saat ini Surge telah memiliki lini hilir dan hanya perlu membangun jaringan infrastruktur hulunya.

“Untuk solusi digital beserta upaya sosialisasinya, Surge memiliki ekosistem ini yang sudah berjalan. Untuk mengurangi kesenjangan akses internet berkualitas dan terjangkau, Surge dalam proses pengembangan jaringan dan akan selesai dalam waktu singkat,” kata Hermansjah di Jakarta, dalam keterangan resminya, Jumat (27/11).

Senada dengan Hermansjah, Direktur Bisnis Surge George Samuel mengatakan, pihaknya hadir di industri digital Indonesia dengan solusi untuk mendistribusikan internet kepada publik tanpa biaya. "Konsep bisnis Surge yaitu mengombinasikan free Wi-Fi dengan iklan. Surge memiliki jaringan internet dari infrastruktur jaringan telekomunikasi yang dibangun di Pulau Jawa, kemudian diintregrasikan dengan periklanan digital. Proses inilah yang membuat Surge masih bisa menghasilkan pendapatan dari iklan atas penggunaan jaringan free wi-fi oleh penggunanya,” jelas George.

Fokus utama Surge yakni digitalisasi lingkungan publik dengan mengembangkan konsep offline-to-online aset media dan aplikasi smartphone yang didukung jaringan infrastruktur internet yang dijalankan secara terpadu dan mandiri.

Direktur Teknologi Surge Ricky Ananda mengatakan, seiring dengan perkembangan teknologi, harga smartphone maupun komputer kini lebih terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Hal tersebut membuat penggunaan data internet meningkat secara eksponensial, terutama pada kondisi pandemi seperti sekarang.

Ke depan, untuk mengakses internet di jaringan free wi-fi milik Surge harus menggunakan aplikasi Linipoin. Selain mengakses internet, Linipoin juga menawarkan beragam aktivitas seperti kuis, survei, gaming, dan beragam aktivitas lain. "Untuk user yang dapat mengumpulkan poin, dapat menukarkan poin tersebut dengan beragam hadiah di platform Linirewards,” ujar Ricky.

Sebagai upaya mendukung perekonomian nasional, Surge juga menyediakan aplikasi smartphone untuk transportasi massal, petani, dan marketplace yang bermanfaat bagi masyarakat di dalam ekosistem digitalnya.

"Untuk itu, Surge menyediakan sejumlah aplikasi yang tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga dapat membantu serta memfasilitasi masyarakat, salah satunya aplikasi Sobattani yang dapat mempermudah petani di perdesaan untuk meningkatkan pemasaran hasil panen,” jelas Ricky.

Ke depan, Surge dapat menambah tingkat kesadaran publik atas layanan, seperti aplikasi dan ketersediaan jaringan internet, dengan menggunakan aset media yang sudah tersebar di transportasi publik, pasar, warung, dan beragam lokasi lain. (OL-14)

BERITA TERKAIT