28 November 2020, 14:40 WIB

PGN Bukukan Pendapatan Rp31,5 T di Quartal III 2020


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) membukukan pendapatan sebesar US$2,151 miliar atau sekitar Rp31,51 triliun pada triwulan III 2020.

Direktur Keuangan PGN, Arie Nobelta Kaban, mengungkapkan bahwa pencapaian kinerja keuangan sangat dipengaruhi kondisi perekonomian akibat dampak pandemi covid-19 masih yang belum dapat meningkatkan demand gas bumi, harga migas dunia masih belum naik signifikan dan kurs rupiah terhadap dolar AS masih fluktuatif.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Apjati Tingkatkan Kesejahteraan TKI

"Triple shock tersebut berpengaruh kepada bisnis PGN yaitu demand terhadap gas bumi, sektor hulu yang tergantung pada market terutama harga minyak dan gas serta harga LNG," ujar Arie dalam keterangan resminya, Sabtu (28/11).

Arie menambahkan, pendapatan PGN di kuartal III 2020 tersebut sebagian besar berasal dari kinerja operasional penjualan gas dan mencatat laba operasi sebesar US$315,49 juta dan EBITDA sebesar USD 601,91 juta.

Selama periode Januari – September 2020, Arie menuturkan, PGN berhasil menyalurkan gas bumi dengan volume distribusi sebesar 812 billion british thermal unit per day (BBTUD), volume transmisi sebesar 1.276 MMSCfD, lifting minyak dan gas sebesar 5.260 MBOE, transportasi minyak sebesar 2.780 MBOE, pemrosesan LPG sebesar 34.206 TON, dan regasifikasi sebesar 93 BBTUD.

Arie juga menjelaskan, untuk posisi keuangan PGN konsolidasi saat ini, yakni posisi kas dan setara kas per 30 September 2020 sebesar US$1,19 miliar. Posisi tersebut dianggap lebih baik jika dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 yaitu sebesar US$1,04 miliar.

Demikian juga soal Current Ratio per 30 September 2020 sebesar 268%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan Current Ratio per 31 Desember 2019 sebesar US$197 %.

Baca juga: Jaga Kinerja Triwulan III, PGN Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Di samping itu, lanjut Arie, sepanjang sembilan bulan tahun 2020 ini, perseroan telah melakukan upaya upaya efisiensi sehingga beban usaha perseroan dapat menurun sebesar US$107,5 juta

"Faktor-faktor di atas menyebabkan laba konsolidasi yang diatribusikan ke entitas induk pada Triwulan III tahun 2020 menjadi sebesar US$53,3 juta," pungkas Arie. (OL-6) 

BERITA TERKAIT