28 November 2020, 00:20 WIB

Tiongkok Beli Batu Bara RI, MMSGI Jadi salah Satu Eskportir


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PT Multi Harapan Utama (MHU) anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), perusahaan perdagangan batubara Indonesia, menjadi salah satu dari enam eksportir utama batubara ke Tiongkok.

Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerja sama Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesi (APBI) dan China Coal Transportation and Distribution Association (CCTDA) yang difasilitasi oleh pemerintah untuk meningkatkan ekspor batubara Indonesia ke Tiongkok.

Kesepakatan kerja sama ini ditandatangani Rabu lalu (25/11), oleh Ketua Umum APBI, Pandu Patria Sjahrir dan Liang Jia Kun selaku perwakilan dari CCTDA, kedua pihak sepakat untuk menandatangani kontrak pembelian batu bara pada 2021, dan berkomitmen untuk melaksanakan isi kontrak tersebut.

Penandatanganan MoU secara virtual tersebut dilakukan bersama dengan enam perusahaan batubara Indonesia seperti MMSGI, Adaro, Bukit Asam, Banpu, Noble, dan ITOCHU. Dalam kesempatan ini MMSGI di wakilkan oleh Edmund Tan, Director Marketing Trading and Logistics MMSGI. 

Acara penandatanganan juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, perwakilan dari Kedutaan Tiongkok serta, Duta Besar Berkuasa Penuh Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia, Djauhari Oratmangun. 

Baca juga : Produsen Baja Indonesia Peroleh Sertifikasi dari Los Angeles, AS

APBI mengungkapkan bahwa Tiongkok akan membeli batubara termal Indonesia senilai US$1,467 miliar dan diharapkan akan ada peningkatan ekspor batu bara ke Tiongkok sebesar 200 juta ton di 2021. 

Head of Corporate Strategy and Communication MMSGI Adri Martowardojo mengatakan, melalui MHU, sebagai kontraktor yang ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk melakukan kegiatan pertambangan (eksplorasi dan operasi produksi) batubara, MMSGI berupaya untuk memperkuat pasar batubara Indonesia di Tiongkok di tahun mendatang.

"Penandatanganan MoU memberikan kepastian dalam upaya serta strategi kami agar dapat menjadi eksportir batubara terbesar di Indonesia," katanya dalam keterangan tertulis

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk kelanjutan dari Pertemuan Bilateral Pemerintah Indonesia yang dilaksanakan di Yunnan, Tiongkok, pada Oktober lalu untuk mensinergikan kebijakan di tengah pandemi Covid-19. Adri juga secara khusus menyampaikan,

“Terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan APBI yang telah memfasilitasi hubungan baik ini, kedepan MMSGI juga akan terus mempersiapkan diri sejalan dengan arahan pemerintah khususnya dalam melakukan hilirisasi industri tambang yang nantinya dapat memberikan nilai tambah untuk Indonesia," pungkas Adri. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT