27 November 2020, 16:07 WIB

Luhut : Turis Harus Bayar Mahal untuk Lihat Komodo


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan, turis atau wisatawan harus membayar dengan harga mahal untuk melihat komodo secara langsung.

Menurutnya, langkah komersil tersebut sebagai upaya untuk merawat komodo yang merupakan hewan langka yang harus dilindungi.

"Kalau mau kesana lihat komodo ya mereka harus bayar mahal. Kenapa kita harus komersil? Supaya kita bisa merawat binatang ini. Komodo (di Indonesia) satu-satunya ada di dunia," ujar Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata (DPSP) dalam kanal Youtube Kemenko Marves, Jumat (27/11).

Pemerintah berencana akan memasang tarif tersebut di salah satu pulau, yakni antara Pulau Komodo atau Pulau Rinca. Pasalnya, pariwisata di pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dirancang sebagai destinasi kelas atas kedepannya.

Baca juga : Jelang Libur Nataru, Okupansi Pemesanan Kamar Hotel Meningkat

“Jadi ada Pulau Rinca dan Pulau Komodo, nanti kita putuskan pulau mana yang banyak masif turis dan mana pulau yang kita buat menjadi six stars (destinasi)," ungkap Luhut.

Luhut membantah bila pemerintah dianggap lalai dalam melindungi komodo karena adanya rencana pembangunan destinasi kelas atas di kawasan tersebut.

"Terus terang saja ada orang yang under estimate kita, bilang tidak memperhatikan lingkungan. Justru kita mau melindungi komodo supaya lingkungan di sana lebih bagus," pungkas Luhut. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT