27 November 2020, 15:41 WIB

Covid-19 Dorong Korporasi Cari Model Operasi dan Cara Kerja Baru


Mediaindonesia.com | Ekonomi

DI tengah ketidakpastian global yang disebabkan virus korona baru (covid-19), korporasi di seluruh dunia mengambil kendali atas masa depan mereka sendiri. Mereka secara aktif mencari dan menangkap peluang bisnis baru sambil membentuk model operasi dan cara kerja baru.

Akselerasi transformasi digital selama pandemi mendorong perusahaan untuk melampaui batas-batas tradisional untuk menciptakan pasar yang sama sekali baru serta penawaran nilai baru untuk pelanggan. Produk, layanan, dan cara perusahaan menjalankan bisnis berkembang dengan sangat cepat.

Terlepas dari dampak sosial dan ekonomi, krisis selalu melahirkan dunia baru dengan pemain serta pemimpin industri baru.Pandemi SARS yang dimulai pada 2002 menjadi katalisator pertumbuhan meteorik dari perusahaan e-commerce kecil bernama Ali Baba menjadi pemain utama ritel online di Asia.

Krisis keuangan pada 2008 memberi jalan bagi Airbnb dan Uber untuk berkembang di negara-begara barat karena krisis subprima berdampak pada tabungan dan pendapatan yang lebih rendah bagi masyarakat di sana. Hari ini sejarah berulang kembali.

Karena itu, pertanyaan terpenting saat ini yaitu kita akan menjadi seperti apa di dunia pascacovid-19 nanti? Itulah latar belakang Asia Corporate Innovation Summit 2020 (ACIS 2020) tahun ini mengusung tema Road to recovery: Paving ways to post-covid-19 world ahead.

"Kami berharap ACIS 2020 akan dapat membantu para pelaku industri di Asia dalam menemukan strategi konkret untuk melewati pandemi dan mempercepat upaya mereka dalam memulihkan kinerja dan menciptakan masa depan perusahaan," ungkap Indrawan Nugroho, CEO dan Co-founder CIAS yang juga berperan sebagai Chairman ACIS 2020.

ACIS 2020 berlangsung secara daring di atas platform Hopin mulai 24 hingga 26 November 2020. Ajang tahunan kali ini diikuti 1.541 peserta yang datang dari berbagai negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, India, Pakistan, Sudan, Australia, Italia, Jerman, Inggris, Polandia, Swedia, Amerika, dan Kanada.

ACIS 2020 menghadirkan 18 pembicara kelas dunia, di antaranya Director Global Pursuits EMEA at AVEVA Amit N Kar, Chief Revenue Ecosystem Implementation at Prudential Services Asia, Eng Teng Wong, dan former Vice President of Retail Sales at Siam City Cement Derek Williamson.

"ACIS 2020 hadir di waktu yang tepat," tutur Rachmat Kaimuddin, CEO Bukalapak. Alasannya, di tengah situasi yang penuh tantangan ini, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi, saatnya kita saling belajar satu sama lain.

Senada dengan Rachmat, President Director APL Christophe Piganiol mengatakan semua orang yang ingin membuat perubahan dan mengeksplorasi peluang di masa krisis ini perlu hadir dalam ajang ini. "Hal tersebut untuk memancing ide, mendiskusikan pikiran, dan memastikan bahwa kita tetap relevan, bahkan bisa lebih maju dalam apapun bidang usaha kita," ucapnya.

Salah satu yang membuat event itu spesial, menurut mantan Vice President of Retail Sales di Siam City Cement Thailand Derek Williamson yaitu ACIS 2020 berbeda dengan banyak event sejenis yang hanya membahas teori. ACIS 2020 menghadirkan real life innovators yang memberikan contoh-contoh inovasi nyata yang mereka lakukan di perusahaan mereka.

CTO and IT Director PT Pegadaian Teguh Wahyono mengamini komentar Derek. "Transformasi digital sangat penting saat ini, tapi juga tidak mudah. Event seperti ini mewadahi para praktisi dari berbagai industri berbagi pengalaman konkret mereka mampu memotong kurva pembelajaran kita secara signifikan.

Co-founder Astronaut Nigel Hembrow menambahkan ACIS 2020 bukan hanya tentang teknologi, melainkan upaya bersama untuk menemukan solusi atas masalah yang saat ini tengah kita hadapi. Dengan demikian, kita tidak hanya sekadar selamat di masa pendemi, melainkan membuat kita semakin bergerak maju.

Selain itu, Chief Revenue & Ecosystem Implementation di Prudential Services Asia Eng Teng Wong mengatakan bahwa ACIS 2020 memberinya kesempatan untuk berbagi gagasan dan solusi dengan para top eksekutif lain. Harapannya, ini akan mendorong proses transformasi yang menghasilkan kebaikan bagi semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat secara luas. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT