26 November 2020, 11:45 WIB

Gerak Bursa Masih Didorong Sentimen Vaksin dan Pemulihan Ekonomi


Fetry Wuryasti | Ekonomi

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG)pada perdagangan sesi pertama hari siang ini  ditutup menguat 39,48 poin atau 0,7% di posisi 5.718,73 dengan nilai perdagangan mencapai Rp7,14 triliun. 

Dibuka pada posisi melemah ke level 5.669, IHSG tidak butuh waktu lama untuk membalikkan posisi menjadi positif. Investor asing masih melanjutkan pembelian di Bursa Efek Indonesia dengan mencatatkan beli bersih Rp193,77 miliar. 

Pergerakkan bursa memang  lebih banyak didorong oleh sentimen eksternal terutama dengan progress vaksin yang cukup baik, sehingga menimbulkan apetite investor asing yang bullish terhadap pertumbuhan Indonesia tahun 2021 yang diperkirakan recovery masih berlanjut.

"Kami melihat pergerakkan bursa saat ini masih didorong oleh kabar dari vaksin covid-19 yang menunjukkan perkembangan yang bagus," kata tim riset Valbury Sekuritas, Kamis (26/11).

Pemerintah juga telah berkomitmen untuk melanjutkan bantuan langsung tunai (BLT) pada awal tahun 2021 untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan signifikan di tengah pandemi Covid-19. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 terbaik kedua setelah Tiongkok.

Perekonomian Indonesia bahkan diproyeksikan akan mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Hal itu dapat terwujud antara lainberkat kerja keras Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), yang kini diakui dunia internasional.

Indonesia saat ini sudah masuk masa pemulihan ekonomi, yang akan terus berlangsung hingga tahun 2021. Hal itu berdasarkan berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang mulai membaik.

Sisi lain, utilisasi sektor industri membaik di angka 55%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, belanja pemerintah sangat penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di masa pandemi virus corona (Covid-19) saat ini.

Selama pandemi Covid-19, belanja pemerintah digunakan untuk memberikan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi. Guna menggenjot belanja tersebut, APBN tahun 2020 defisitnya membesar. (E-1)


 

BERITA TERKAIT