24 November 2020, 11:16 WIB

Vaksin dan Politik AS Kembali Kerek Pasar Bursa Global


Fetry Wuryasti | Ekonomi

BURSA saham AS semalam ditutup menguat setelah Emily Murphy sebagai ketua administrasi umum mengatakan bahwa semua sumber daya federal tersedia untuk Presiden AS terpilih, Joe Biden.

Hal tersebut memberikan sinyal bahwa Presiden Donald Trump telah menyetujui perpindahan ke Joe Biden. Meskipun demikian, Trump masih akan tetap membawa perkara pemilu ini ke ranah hukum.

"Selain itu, investor mendapatkan berita yang meyakinkan atas vaksin covid-19 dari AstraZeneca yang memiliki kemampuan 70% untuk mencegah covid-19.  Bursa Asia dibuka positif setelah mencerna berita vaksin dari AstraZeneca dan terpilihnya Janet Yellen Menteri Keuangan Presiden Biden," kata analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, Selasa (24/11).

Untuk itu diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini bergerak lanjut menguat pada kisaran resistance 5.675-5.698 dan support 5.606-5.629.

"Secara teknikal saat ini masih berada dalam trend bullish kuat namun perlu diwaspadai potensi koreksi. Pergerakan masih akan minim sentimen dari data perekonomian. Selain itu, kasus covid-19 secara global masih menjadi sorotan dimana di berbagai negara banyak mengalami peningkatan kasus baru," kata Dennies.

Senin (23/11) IHSG ditutup menguat di level 5.652,76 (+1,46%). Pergerakan didorong oleh Basic-Ind (+3,20%) dan Infrastructure (+2,58%).

IHSG ditutup menguat mengabaikan kekhawatiran tingginya kasus baru covid-19 di berbagai negara. Penguatan masih didorong optimisme akan perekonomian Indonesia yang lebih baik di akhir tahun. (E-3)

BERITA TERKAIT