24 November 2020, 10:55 WIB

29,12 Juta Orang dengan Usia Kerja Terdampak


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 29,12 juta orang di usia kerja yang terdampak pandemi.

Rinciannya adalah sebanyak 2,56 juta orang pengangguran karena wabah covid-19, 0,76 juta orang bukan angkatan kerja (BAK), 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan sebanyak 24,03 juta orang bekerja dengan pengurangan jam kerja.

"Rincian tersebut berdasarkan total penduduk usia kerja sebanyak 203,97 juta orang, presentase penduduk usia kerja yang terdampak covid-19 atau sebesar 14,28%," kata Ida saat launching hasil Analisis Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perluasan Kesempatan Kerja dan Implikasinya yang diadakan Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Selasa (24/11).

"Jadi jelas, pandemi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor ketenagakerjaan di Indonesia selain tantangan dari sebelumnya yakni lebih dari 57% penduduk yang bekerja memiliki pendidikan yang rendah SMP ke bawah dan masih tingginya pekerja di sektor informal," tambahnya.

Selain itu, pandemi ini juga membuat hidup masyarakat bergantung pada proses digital sehingga membuat pola konsumsi masyarakat turut berubah. Pada akhirnya pandemi covid dan revolusi industri 4.0 membuat masyarakat serta industri membuat tata kehidupan dan dunia kerja baru.

Hal ini membuat kebutuhan pekerjaan pasca pandemi juga turut berubah. Permasalahan ini juga harus diantisipasi sehingga bangsa Indonesia tidak tertinggal dan tidak salah mengambil langkah ke depannya.

"Ini perlu kita persiapkan dengan memberikan latihan vokasi yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja pasca pandemi," ujar Ida.

Di kesempatan yang sama Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono, mengatakan bahwa adanya pandemi covid-19 juga membuat pola hidup masyarakat lebih mengandalkan digital, sehingga ke depannya banyak profesi yang berkurang dan banyak juga profesi yang baru akan muncul.

"Berdasarkan data dari McKinsey & Company bahwa 10 tahun ke depan Indonesia akan kehilangan 23 juta pekerjaan. Namun karena adanya kemajuan teknologi akan tumbuh 27-46 juta pekerjaan yang membutuhkan skill baru," ujar Bambang. (E-3)

BERITA TERKAIT