24 November 2020, 10:47 WIB

Pengelola Aset Harus Peka pada Perubahan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PENGELOLA aset harus memiliki kepekaan terhadap perubahan, cermat melihat kesempatan, dan awas pada risiko. Syarat itu kemudian juga mesti diterjemahkan menjadi kebijakan pengelolaan aset agar dapat memberikan nilai tinggi dan bermanfaat bagi negara.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya di acara Grand Final The Asset Manager 2020 secara virtual, Selasa (24/11). Menurut Menekeu, pengelolaan aset negara tidak melulu berorientasi pada keuntungan uang semata, melainkan berdampak positif bagi hajat hidup masyarakat sekitar.

“Saya selalu menyampaikan agar aset yang bekerja. Ini kenapa harus ada SDM yang harus memiliki motivasi soal aset dari uang negara untuk dimanfaatkan, menghasilkan nilai tambah. Itu tidak selalu dalam bentuk uang. Tapi bisa secara sosial. Itu menurut saya perlu untuk terus dipikirkan, sehingga aset sesudah diperoleh dari uang negara bisa menghasilkan manfaat,” tuturnya.

Oleh karenanya, dibutuhkan pengelola aset yang memiliki ide kreatif nan inovatif, mampu berpikir kritis serta produktif. Tujuannya supaya segala potensi yang ada pada suatu aset bisa dioptimalkan dan berguna.

Sri Mulyani mengatakan, seorang pengelola aset juga perlu adaptif. Apalagi di tengah pandemi ini berbagai kebiasaan dipaksa berubah dan pemanfaatan teknologi digital menjadi keniscayaan. Dia tak menampik pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi disrupsi baru, namun di saat yang sama muncul pula skema economic sharing, yakni keterbukaan perekonomian yang dapat dilihat langsung oleh publik.

Keterbukaan itu harus dimaknai sebagai pemacu bagi pengelola aset untuk bisa melahirkan inovasi dalam mengelola aset negara. “Ini harus dilihat dari sisi pemikiran, pengelolaan aset merupakan tugas mulia dan penting. Teknologi bisa dimanfaatkan dalam mengelola, memonitor dan mengetahui aset kita,” ujar Sri Mulyani.

Optimalinya aset negara, imbuh perempuan yang karib disapa Ani itu, dapat mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bantuan itu akan bermanfaat mengingat instrumen fiskal di 2020 ini amat tertekan untuk menangani pandemi dan dampaknya pada perekonomian.

The Asset Manager 2020 merupakan gelaran tahunan yang diselenggarakan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Tahun ini, tema yang diusung ialah Optimalisasi Aset Negara dalam Rangka Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

Di kesempatan itu, Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi menyampaikan, The Asset Manager tidak hanya bertujuan mencari pemenang dan sekadar kompetisi pengelolaan aset. Melalui gelaran itu, kesadaran untuk mengelola aset negara menjadi salah satu tujuannya.

“Ini adalah ajang untuk menimbulkan kesadaran dan mengobarkan semangat keinginan yang kuat bagaimana mengoptimalisasi aset negara,” pungkas Basuki.

Adapun LMAN sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu saat ini mengelola 272 aset properti dengan total nilai mencapai Rp38,49 triliun. (E-3)

BERITA TERKAIT