19 November 2020, 10:13 WIB

Kemenhub Dorong Kerja Sama Transportasi ASEAN


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan tindak lanjut kerja sama sektor transportasi antarnegara ASEAN dan kerja sama negara anggota ASEAN dengan negara lainnya seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Uni Eropa. Usulan itu disampaikan dalam pertemuan Ke-50 ASEAN Senior Transport Officials Meeting (STOM) yang diselenggarakan secara virtual pada 18-19 November 2020.

“Dalam pertemuan tersebut kami menyampaikan sejumlah usulan kepada negara anggota ASEAN STOM, yang diharapkan dapat bermanfaat bagi Indonesia dan juga negara anggota ASEAN lainnya dalam upaya bersama memulihkan ekonomi akibat pandemi covid-19,” ujar Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/11).

Beberapa usulan yang disampaikan di sektor transportasi udara ialah terkait dengan ASEAN Single Aviation Market (ASAM) untuk penerbangan ASEAN-Tiongkok. Lalu Indonesia mengusulkan amandemen untuk mengganti poin dari Lombok menjadi Makassar.

Kemudian untuk penerbangan ASEAN – Selandia Baru, Indoneia mengusulkan hanya membuka poin Makassar untuk maskapai ASEAN dan Selandia Baru. Selanjutnya untuk penerbangan ASEAN-Jepang, Indonesia mengecualikan poin Bali untuk pelaksanaan hak angkut ke-3, ke-4 dan ke-5.

Selanjutnya, Djoko mengatakan, pemerintah Indonesia menyatakan masih perlu memperhatikan dan melakukan evaluasi kesiapan implementasi di lapangan, serta meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait seperti harmonisasi kurikulum flying school, koordinasi dengan Kemenaker, dan penyesuaian standar kompetensi terkait dengan rencana implementasi pengakuan organisasi pelatihan penerbangan antar Negara ASEAN.

Di sektor transportasi laut, Indonesia akan mendukung dengan mengirimkan data yang diminta dari Pelabuhan Dumai, Belawan, Panjang, Tanjung Emas dan Tanjung Priok terkait dengan rencana penerapan ASEAN Single Shipping Market (ASSM). Kemudian, Indonesia mendukung kerja sama Jepang untuk melanjutkan kerja sama promosi kapal pesiar dengan negara ASEAN.

Djoko juga menjelaskan usulan lain ialah terkait dengan implementasi angkutan penyeberangan Dumai-Malaka, Indonesia dan Malaysia telah menyepakati kerangka peraturan dan mekanisme untuk memfasilitasi kelancaran pergerakan kendaraan dalam layanan Ro-Ro (Roll on – Roll off) tersebut, yang akan dibahas lebih lanjut oleh otoritas transportasi darat kedua negara. (E-3)

BERITA TERKAIT