18 November 2020, 14:50 WIB

BUMN Ingin Bangun Markas Besar di Luar Negeri


Insi Nantika Jelita |

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun markas kerja skala besar di luar negeri. Upaya itu bertujuan mewujudkan BUMN go global.

Adapun penggabungan mencakup perusahaan cabang pelat merah yang masih beroperasi secara terpisah. "Selama ini mereka (perusahaan BUMN) berkantor sendiri di luar negeri. Harapannya, ada gedung atau kantor dengan bendera Merah Putih, dengan tulisan Indonesia Incorporated," ujar Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto dalam diskusi virtual, Rabu (18/11).

Baca juga: Tahun Depan, Pemerintah Gulirkan PMN Rp42 Triliun untuk 8 BUMN

Susyanto meyakini dengan dibangunnya kantor besar Indonesia Incorporated, perusahaan BUMN dapat memiliki brand sendiri. Selain itu, perusahaan BUMN juga bisa menghemat biaya operasional di luar negeri.

"Kalau bisa kita tidak sewa gedung lagi. Tapi, beli satu gedung yang luas. Dengan adanya Indonesia Incorporated, berkantor di sana dan ada branding dengan bendera Indonesia," jelas Susyanto.

Saat ini, perusahaan pelat merah telah memiliki 83 kantor cabang di 26 negara. Mulai dari perbankan, seperti Bank BRI, Bank BNI dan Bank Mandiri, kemudian Telkom dan Pertamina. Adapun total realisasi ekspor BUMN mencapai US$6,68 miliar.

Baca juga: Pengusaha Dukung Merger Bank Syariah BUMN

Upaya mewujudkan BUMN go global dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri pada Juli 2020. Dalam hal ini terkait pengembangan usaha BUMN.

Susyanto menyebut ada empat tujuan dari BUMN go global. Rinciannya, produk BUMN, incorporated, memperbaiki supply chain dan momentum. Pembenahan supply chain dengan cara melakukan investasi dan akuisisi perusahaan di luar negeri.(OL-11)

BERITA TERKAIT