16 November 2020, 05:45 WIB

Geliat Jasa Pengiriman Berimbas ke Otomotif


(E-1) | Ekonomi

MENINGKATNYA aktivitas digital masyarakat saat pandemi, termasuk di dalamnya belanja online atau daring, mendongkrak kinerja sektor logistik dan jasa pengiriman.

Kepala Cabang Utama JNE Surakarta Bambang Widiatmoko menjelaskan, saat awal pandemi pada Maret dan April, volume pengiriman barang di tempatnya meningkat sampai 30%. "Ini dipengaruhi banyak masyarakat beraktivitas di rumah, tetapi tetap melakukan transaksi pembelian lewat online," ujar dia.

Sebelum pandemi, rata-rata volume pengiriman dari Surakarta ke berbagai wilayah seperti Jabodetabek dan Jawa Timur mencapai 20 ton per bulan. Sebagian barang itu dikirim via darat dan udara.

Ketika pandemi, pengiriman via udara anjlok karena banyak rute penerbangan tutup akibat tidak ada penumpang, sedangkan pengiriman barang via darat malah meningkat.

Peningkatan pengiriman barang itu membuat pihaknya menambah armada. Saat ini pihaknya diperkuat 35 unit armada, di antaranya 15 unit truk yang semuanya merek Isuzu, yakni truk Giga dan Elf NKR.

Menurut dia, bisnis pengiriman ialah bisnis kepercayaan dan ketepatan waktu. Makanya, armada yang dikerahkan juga harus memiliki keandalan. "Untuk bisnis seperti ini, kendaraan yang andal yang benar-benar dibutuhkan. Apalagi, operasional kami 24 jam tanpa henti sehingga butuh dukungan keandalan," tutur Bambang.

Menangkap peluang itu, Kepala Wilayah Astra Isuzu Jateng dan DIY Sucipto mengatakan, pihaknya terus berusaha melakukan berbagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis sektor logistik.

Pihaknya juga meningkatkan layanan purnajual dengan menyediakan berbagai suku cadang yang dibutuhkan konsumennya di rute-rute yang sering mereka lalui.

Sucipto optimistis dengan meningkatnya bisnis logistik, ke depan akan berdampak positif juga bagi bisnis otomotif.

Berdasarkan data Gaikindo, di sektor otomotif, penjualan mobil komersial mengalami pertumbuhan positif. Hal ini didukung dengan posisi strategis Jateng dan DIY sebagai daerah transit atau penghubung antara wilayah barat dan timur Pulau Jawa yang menggunakan transportasi darat.

Membaiknya pasar otomotif di Jateng dan DIY ikut berimbas pada pangsa pasar Isuzu di wilayah tersebut. Posisi tertinggi berada di wilayah Surakarta dan sekitarnya dengan pangsa pasar 40,2%, disusul DIY 36,2%, Pekalongan 30,8%, dan Semarang 23,1%. (E-1)

BERITA TERKAIT