04 November 2020, 16:55 WIB

Green Sukuk Ritel Bidik Anak Muda


M Ilham Ramadhan Avisena |

PEMERINTAH menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam bentuk Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan seri ST007. Penjualan sukuk itu dimulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar dengan masa penawaran mulai 4 November hingga 25 November 2020.

Direktur Jenderal Pengelolaan dan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, Green Sukuk Ritel ini memilliki fitur menarik untuk dibeli oleh investor.

"Menariknya ini tentang imbal hasil 5,5% dengan skema floating the floor, dengan acuan BI rate. Kalau BI rate turun, kita akan turun. tapi tidak akan lebih rendah dari 5,5%. Kalau BI rate naik maka itu akan naik," ujarnya dalam Virtual Launching Green Sukuk Ritel-Sukuk Tabungan seri ST007, Rabu (4/11).

Tenor yang ditawarkan ialah selama 2 tahun. Penerbitan instrumen SBN itu sekaligus menjadi yang terakhir di tahun ini.

Hasil dari penjualan sukuk tabungan ST007 itu, kata Luky, akan digunakan untuk membiayai proyek hijau yang ada di dalam APBN 2020 dan penanganan pandemi covid-19. Penerbitan Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan seri ST007 juga telah menerapkan prinsip-prinsip syariah yang berlaku. Hal itu dijamin melalui pengujian dari Dewan Syariah Nasional dan disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia.

Indonesia menjadi negara pertama yang menerbitkan sukuk ritel berbasis hijau. Penggunaan dari hasil penjualan itu ditujukan untuk mendukung pembangunan hijau dalam rangka menjalankan komitmen menghadapi isu perubahan iklim.

Oleh karenanya, selain mendukung pembiayaan APBN, calon pembeli atau investor turut berpartisipasi dalam pembangunan hijau berkelanjutan. Apalagi saat ini proses transaksi menjadi mudah lantaran dapat dilakukan secara daring.

"Sekarang juga dimudahkan untuk mendapatkan ST karena kita sudah menggunakan online. Dengan demikian, investor dimudahkan, karena bisa melakukannya dari smartphone. Kita juga bekerja sama dengan 31 lembaga distribusi," terang Luky.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah menyatakan, penjualan secara daring telah dilakukan sejak 2018. Sejak itu pula partisipasi generasi muda kian meningkat.

"Sebelum online, milenial partisipasinya baru 13%, setelah online di 2018 menjadi 45%, di 2019 menjadi 51%. Mudah-mudahan nanti akan bertambah lagi, sehingga 5-10 tahun juga akan berpengaruh pada aset yang dimiliki," tuturnya.

Dwi juga memastikan, Green Sukuk Ritel Sukuk Tabungan seri ST007 merupakan instrumen yang aman untuk dibeli oleh masyarakat maupun investor sebab dijamin oleh pemerintah.

"Ini menurut saya sangat menarik dari sisi imbal. Ini juga aman dan dijamin oleh dua UU sekaligus," pungkasnya. (E-2)

BERITA TERKAIT