19 September 2020, 06:40 WIB

Erick Tugasi Ahok Mentransformasi Pertamina


Try/Ant/E-1 | Ekonomi

MENTERI BUMN Erick Thohir meminta Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membangun tim yang kuat agar Pertamina bisa melakukan transformasi sesuai arahan kementerian.

“Jadi, tugas Pak Ahok memang salah satunya melakukan transformasi di Pertamina dengan juga melibatkan tim yang ada di dalam untuk semakin kuat. Jadi, kerja sama tim diperkuat, dimintakan Pak Menteri BUMN (Erick Thohir) kepada Pak Ahok,” ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, kemarin, menceritakan pertemuan Menteri BUMN Erick Thohir dengan Ahok.

Arya  mengungkapkan Menteri Erick telah bertemu langsung dengan Basuki Tjahaja Purnama pada Kamis (17/9) setelah video berisi kritik terhadap Pertamina dan Kementerian BUMN beredar di media sosial.

“Jadi, pada pertemuan ini Pak Ahok menyampaikan apa yang dia lihat di Pertamina, apa saja kelemahan-kelemahannya yang ada dan memberi tahu semua ke Pak Menteri. Masukan itu sangat bagus diterima Pak Menteri juga,” ucap Arya.

Arya menambahkan, dalam pertemuan itu Menteri BUMN juga berbagi informasi mengenai Pertamina.
“Pak Menteri juga sharing apa saja yang dilihat beliau dari informasi-informasi yang ada. Dari sini bisa disatukan dan memang sebagai komut, Pak Ahok  ditugaskan Kementerian BUMN untuk melakukan pengawasan terhadap Pertamina,” tandas Arya.

Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial Ahok berpendapat Kementerian BUMN semestinya dibubarkan dan diganti dengan superholding seperti sistem Temasek Singapura, dengan nama Indonesia Incorporation.

Selain itu, Ahok menyampaikan kritik kepada Perum Peruri yang meminta dana sebesar Rp500 miliar untuk proyek paperless di Pertamina.

Dalam video itu Ahok juga menilai internal korporasi Pertamina perlu melakukan efisiensi terkait gaji pegawai hingga level direksi.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan   Pertamina menghargai pernyataan Ahok sebagai komut yang memang bertugas melakukan pengawasan dan memberikan arah­an. Hal itu pun sejalan dengan restrukturisasi dan pembenahan yang sedang dijalankan direksi agar perusahaan menjadi lebih cepat, lebih adaptif, dan kompetitif. (Try/Ant/E-1)

 

BERITA TERKAIT