18 September 2020, 19:23 WIB

PHK Atau Rekrut, Dilema Perusahaan Saat Hadapi Pandemi


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PANDEMI covid-19 menjadi pukulan besar bagi sektor ekonomi. Banyak perusahaan yang kebingungan mencari cara untuk bertahan di tengah pandemi.

Perusahaan, khususnya departemen HRD, menghadapi dilema dalam menyikapi krisis akibat pandemi covid-19. Apakah tetap melakukan rekrutmen karyawan, atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal itu diutarakan Vice CEO Pan Brothers Anne Patricia Sutanto. Kendati demikian, perusahaannya mengambil langkah untuk tidak melakukan PHK. Malah, pihaknya membuka lapangan kerja baru sebagai bentuk adaptasi bisnis saat pandemi.

Baca juga: Serapan Produk Minim, Pengusaha Enggan Ambil Kredit

“Kami belajar dari situasi dan mencoba beradaptasi dengan membuka divisi baru untuk pembuatan alat pelindung diri (APD) dan masker. Inovasi ini sangat mendongkrak pertumbuhan perusahaan,” tutur Anne dalam diskusi virtual, Jumat (18/9/9,

“Kami juga bisa bantu pemerintah dengan tidak menghilangkan lapangan kerja, bahkan menambah lapangan kerja baru,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan pentingnya mengembangkan karyawan untuk bisa memiliki multi skill dan kemampuan beradaptasi yang baik. “Pada proses pembuatan APD dan masker, ada pekerjaan tambahan yang membutuhkan SDM lebih, dengan skill yang berbeda-beda,” ungkap Anne.

Baca juga: BKPM: Fokus Kelola UMKM, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 4%

“Pan Brothers bermitra dengan TopKarir untuk mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan. Bukan hanya karyawan yang sudah bekerja di Pan Brothers, calon karyawan harapannya bisa mengembangkan diri dan beradaptasi dengan cepat,” pungkasnya.

Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan M. Aditya Warman memaparkan strategi pertahanan perusahaan di tengah pandemi. Dalam hal ini, harus fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan.

Baca juga: Penjualan Mobil Tetap Naik Saat Pandemi

“Perusahaan perlu mempertimbangkan pentingnya talenta kerja sebagai aset yang menentukan bangkitnya perusahaan di tengah pandemi. Hal-hal yang perlu dilakukan adalah mengetahui spesifikasi skill yang dibutuhkan, menemukan minat dan bakat dari karyawan,” jelas Aditya.

Di lain sisi, CEO TopKarir Indonesia Bayu Janitra Wirjoatmodjo menilai PHK bukan satu-satunya jalan untuk menghadapi pandemi covid-19. Jika keputusan PHK diambil untuk mencari karyawan baru, maka perusahaan harus mendapatkan SDM yang cepat beradaptasi di masa sulit.

“Di masa pandemi, keberlangsungan bisnis harus dengan cepat, aman dan bergantung pada talenta muda yang efektif dan efisien,” tandasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT