16 September 2020, 15:55 WIB

Mendag Berharap UMKM Mampu Gerakan Ekonomi dan Jaga Daya Beli


Despian Nurhidayat | Ekonomi

MENTERI Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan di tengah situasi pandemi covid-19, UMKM diharapkan dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa yang mampu menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, UMKM mampu menjaga kontribusi 60% dari total PDB (Produk Domestik Bruto), menyerap 96% tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja serta memberikan sumbangsih sebesar 14% dari total ekspor.

Baca juga: Tegas, Perintah Presiden Bantu UMKM : Jangan Sampai Terlambat

"Di saat yang bersamaan, pelaksanaan PSBB telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Penjualan dari media online bisa menjadi solusi karena mampu bertahan di tengah situasi pandemi. Hal yang perlu segera dijawab adalah bagaimana mengatasi tantangan yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia," ungkapnya dalam acara peluncuran Bangga Buatan Indonesia (BBI) Pernak Pernik Unik secara daring, Rabu (16/9).

Agus menilai, konsumsi dalam negeri yang sangat besar dapat ikut berkontribusi dan membantu UMKM tetap bertahan dan juga beradaptasi dalam situasi kebiasaan baru yaitu masyarakat yang serba digital. Potensi tingkat konsumsi dalam negeri yang sangat pesat, lanjut dia juga menjadi daya tarik bagi pelaku usaha dari negara lain.

"Hal ini dapat dilihat dari bagaimana mereka berlomba-lomba untuk merebut pasar Indonesia dengan produk impor," kata Agus.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa di saat pandemi ini, kita harus mampu bertumpu pada kekuatan kita dan berdiri di atas kaki sendiri. Kita juga harus mampu menyelesaikan masalah dan tantangan kita sendiri. Indonesia dianugerahi kekayaan budaya yang melimpah, yang di dalamnya terdapat seni dan kerajinan yang harus dikembangkan dan dilestarikan," sambungnya.

Agus menegaskan bahwa hasil kerajinan pernak pernik Indonesia mempunyai ciri khas yang unik di setiap daerah. Dia mencontohkan pernak-pernik mutiara di NTB dan pernak-pernik merak di Bali yang memiliki keunikan tersendiri.

Untuk menjaga pasar dan daya saing yang dihasilkan produk UMKM, lanjut Agus, Kemendag telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing dan meningkatkan akses pemasaran produk UMKM.

Hal tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan kemampuan manajemen pelaku usaha. Selain itu, Kemendag juga melakukan sosialisasi kampanye BBI melalui webinar BBI, penayangan konten BBI di media sosial dan aktivitas program BBI agar masyarakat lebih mencintai dan menggunakan produk Indonesia.

"Kemendag secara internal juga ikut mempromosikan dan menggalakkan produk Indonesia melalui program kamis optimis. Di mana kami mengajak seluruh pegawai Kemendag untuk menggunakan produk Indonesia," ujar Agus.

Agus mengatakan kecintaan dan kebanggaan masyarakat terhadap indonesia perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian bangsa di masa pandemi ini. Bentuk yang paling sederhana adalah dengan membeli dan menggunakan produk buatan dalam negeri.

"Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah Indonesia khususnya Kemendag akan berupaya mengajak masyarakat agar selalu bangga akan buatan Indonesia. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan membeli dan menggunakan produk lokal khususnya kerajinan pernak pernik unik asli Indonesia," ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Kemendag tidak hanya meluncurkan kampanye pernak-pernik unik, tapi juga melakukan meluncurkan beberapa kegiatan dalam rangka mendukung gerakan nasional BBI. Kegiatan tersebut antara lain peluncuran virtual expo, website BBI Kemendag, lomba video pernah pernik unik, gerobak dagang digital dan video pemasaran online.

"Dengan launcing aktivitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan mampu mentransformasi UMKM dalam memasarkan produknya secara digital. Serta menggugah seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih bangga pada buatan indonesia dan juga peduli, mencintai dan membeli produk Indonesia," kata Agus.

"Marilah kita optimis bisa melewati masa pandemi ini dengan mendukung UMKM Indonesia dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Ayo beli produk pernak pernik Indonesia," pungkasnya. (Des/A-1)

BERITA TERKAIT