16 September 2020, 01:15 WIB

Efisiensi Biaya Perkuat Bisnis PGN


(Ins/Ant/E-3) | Ekonomi

KEBERHASILAN PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memangkas biaya proyek pipa Rokan hingga senilai US$150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun dinilai sebagai bukti bahwa ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.

"Kemampuan PGN untuk memangkas biaya pembangunan infrastruktur pipa ke blok Rokan adalah prestasi luar biasa dan bisa memperkuat bisnis perseroan. Selama ini kita belum pernah mendengar pembangunan infrastruktur pipa bisa dihemat hingga sebesar itu," ujar Fendi Susiyanto, analis Finvesol Consulting Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Menurut Direktur Utama PGN Suko Hartono, biaya pembangunan proyek pipa minyak ke blok Rokan dapat dipangkas dari semula US$450 juta menjadi US$300 juta. Efisiensi biaya itu diperoleh dari optimasi tahapan penetapan final investment decision (FID) dan proses procurement.

"Hal ini merupakan upaya bersama dewan pengawas dan manajemen PGN dalam mengawal proyek pemipaan minyak Rokan Hulu dapat berjalan efektif dan efisien di tengah tantangan ekonomi global dan pandemi," jelas Suko.

Pada Rabu (9/9), PT Pertagas, anak usaha PGN, telah memulai pembangunan pipa minyak sepanjang kurang lebih 360 kilometer dengan diameter 4-24 inci. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2021 itu melalui lima kabupaten di Riau, yaitu Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. First welding (pengelasan perdana) telah dilakukan di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak.

Sebelumnya, pada 2018 Kementerian ESDM memutuskan Pertamina menjadi pengelola blok Rokan setelah memenangi tender dengan CPI. Dalam penawaran mereka Pertamina setuju untuk membayar biaya bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar US$784 juta atau setara Rp11,3 triliun dan komitmen kerja pasti senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun. (Ins/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT