16 September 2020, 02:45 WIB

Ekonomi Triwulan III masih di Zona Negatif


(Mir/Ant/E-3) | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2020 belum tumbuh positif, bahkan bisa terkontraksi lebih dalam dari yang diproyeksikan di kisaran minus 2,1% hingga 0%. Kontraksi tersebut dipicu penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak Senin (14/9).

"Sekarang ini kita masih melihat skalanya, mungkin akan menurun. Kalau estimasi kita untuk triwulan III, sekitar 0,0% hingga minus 2,1%. Kalaupun kita melihat seperti yang terjadi pada Maret lalu, terjadi PSBB drastis, penurunan bisa terjadi sampai sekitar 2%, kita perkirakan mungkin untuk lower end-nya menjadi lebih rendah dari 2,1%," ujar Menkeu dalam konferensi pers secara virtual, kemarin.

Ia menambahkan, secara pasti ihwal perkiraan pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2020 baru bisa dilakukan bendahara negara ketika PSBB yang saat ini berlaku kembali dilonggarkan.

Meski ekonomi amat mungkin akan terkontraksi lebih dalam daripada proyeksi, perempuan yang karib disapa Ani itu berharap tidak lebih buruk daripada realisasi pertumbuhan triwulan II 2020 yang minus 5,32%.

Saat ini, pemerintah masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh pada 2020 berada dalam kisaran minus 0,2% hingga 1,1%. "Ada delapan provinsi yang masih bisa dikendalikan kasus covid-nya sehingga kita bisa mengikuti trajectory forecast kita yang secara bertahap terjadi pemulihan pada triwulan IV. Secara total, kisaran masih di 1,1% hingga minus 0,2%," jelasnya.

DKI Jakarta, kata Ani, yang kontribusinya pada perekonomian nasional hingga 17% perlu menjadi perhatian. Dengan penerapan PSBB saat ini, kegiatan perekonomian di Ibu Kota akan sangat terdampak.

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah memproyeksikan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun ini akan membaik, tapi masih mengalami pertumbuhan negatif akibat pandemi.

Menurut Piter, berbagai pemberian stimulus dan bantuan sosial yang diberikan pemerintah selama ini bertujuan perekonomian tidak mati dan bukan supaya kembali normal. (Mir/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT