11 September 2020, 00:18 WIB

Waze PHK 5% Karyawan karena Banyak Kota di Lockdown


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

WAZE, layanan navigasi dan pemetaan milik Google, memberhentikan 5% dari tenaga kerja globalnya, sekitar 30 orang dari 555 total karyawan.

Dilansir dari The Verge, pihak CEO Waze Noam Bardin menjelaskan, alasan PHK karyawan tersebut karena banyak kota-kota di dunia yang di-lockdown karena pandemi.

"Saat ini lebih sedikit orang yang menggunakan Waze untuk kebutuhan navigasi harian mereka. Lebih sedikit pencarian di aplikasi berarti lebih sedikit pendapatan iklan untuk perusahaan," jelas Noam.

Dari 30 orang yang menerima slip merah muda, sebagian besar berasal dari divisi penjualan, pemasaran, dan kemitraan perusahaan.

Waze, yang diakuisisi oleh Google pada 2013 dengan mahar US$ 1,1 miliar dilaporkan telah mengalami penurunan baik pada pengguna aktif bulanan atau jumlah pelanggan yang menggunakan aplikasi setiap bulan.

Baca juga : Berbelanja Aman tanpa Kontak Langsung

Secara global, pelanggan Waze yang berkendara 60% lebih sedikit di bulan Maret, saat lockdown di kota-kota dunia mulai diberlakukan bila dibandingkan dengan bulan Februari.

Italia misalnya secara khusus melihat penurunan terbesar pada 90%. AS juga turun sekitar 60 persen ketika pandemi meluas, angka-angka itu semakin memburuk.

Waze mengatakan bahwa pada satu titik selama penguncian, kilometer yang ditempuh mingguan global turun 70%.

Waze juga menutup kantor di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Kolombia, Cile, dan Argentina, karena Waze berupaya untuk lebih fokus di negara-negara tempat bisnisnya berkembang. Itu termasuk Amerika, Inggris, Prancis, Brasil, dan Meksiko. (OL-7)

BERITA TERKAIT