10 September 2020, 11:05 WIB

PSBB Transisi Dicabut, IHSG Jatuh Jadi Di Bawah 5.000 Lagi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERGERAKAN Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pada (10/9) Agustus 2020, melemah setelah pengumuman dari Gubernur Aniesb Baswedan bahwa Jakarta kembali menerapkan PSBB alias tarik rem darurat. Berdasarkan pantauan pada pukul 09.20 WIB, IHSG turun 4,22% atau 217,34 poin ke level 4,931.92.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan, sentimen domestik berkembang pasti berkaitan dengan kebijakan Pemprov DKI yang menerapkan PSBB total per 14 September.

"Hal ini menyebabkan aktivitas perekonomian di DKI berpotensi menjadi lesu. Sehingga bisa mengganggu stabilitas pada kinerja perekonomian nasional," terang Nafan kepada Media Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9).

Di sisi lain, Nafan menjelaskan, minimnya data makroekonomi domestik yang memberikan high positive market impact juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

Untuk global market akan menanti hasil penentuan suku bunga ECB yang diprediksikan tetap di level 0%. Sementara itu, data US unemploymet claims juga akan dinantikan pasar.

Nafan juga menuturkan, IHSG ditutup terkoreksi signifikan 1.81% di level 5149.38 pada perdagangan RAbu (9/9). Berdasarkan rasio fibonacci, support dan resistance berada pada 5097.14 hingga 5233.17. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI menunjukkan sinyal negatif.(E-1)

BERITA TERKAIT