10 September 2020, 10:45 WIB

PSBB Berdampak ke Ekonomi, Pengamat : Sudah Pasti


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PEMPROV DKI Jakarta akan menetapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai  14 September 2020 untuk dua minggu ke depan. Perekonomian dipastikan akan sangat berdampak.

Sesuai hukum ekonomi, bila kegiatan ekonomi dibatasi, perputaran uang berkurang sehingga pertumbuhan juga akan merosot. Maka dengan diberlakukannya lagi kebijakan ini di DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi kuartal ke III/2020 akan kembali negatif.

"Ekonomi pasti terdampak, pertumbuhan negatif, konsumsi menurun. Peranan DKI terhadap nasional akan 17% lebih terhadap nasional. Sehingga tentu akan terpengaruh terhadap ekonomi nasional. Belum lagi bila daerah-daerah di sekitar DKI Jakarta melakukan pembatasan, pasti besar pengaruhnya (ke ekonomi)," kata Ekonom Indef Ahmad Heri Firdaus saat dihubungi, Kamis (10/9).

Namun langkah PSBB dipandang tepat.Pemerintah memang harus menyelesaikan terlebih dahulu persoalan penularan virus covid-19 ini, bagaimana mengendalikan peningkatan kasus pandemi yang eksponensial.

"Ini harus diredam. Caranya tentu dengan peran semua elemen, pemerintah, masyarakat, dunia usaha. Penting bagaimana masyarakat disiplin, Pemerintah membuat aturan yang tegas, dan masyarakat yang terkena dampak langsung seperti masyarakat miskin dan hampir miskin yang harus dilihat pertama kali bagaimana memberikan bantuan yang efektif," kata Ahmad Heri.

Kali ini sebagian masyarakat sudah mulai  siap dan tidak lagi terjadi panik berbelanja. Sebab sektor untuk kebutuhan pokok tetap dibuka dengan mengedepankan protokol kesehatan. (E-1)
 

BERITA TERKAIT