09 September 2020, 00:02 WIB

Koperasi BMI Tagih Janji Pemerintah


Ade Alawi | Ekonomi

PRESIDEN Direktur Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) Kamaruddin Batubara menagih janji pemerintah yang akan memberikan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM).

"Sejak 23 Juli saya diundang ke Istana Kepresidenan dan bersalaman dengan Presiden Jokowi tapi sampai sekarang belum menerima dana PEN yang kami ajukan," kata Kamaruddin Batubara dalam Dialektika Media Indonesia yang bertema UMKM, Pahlawan Ekonomi di Masa Pandemi? di Jakarta, Selasa (8/9).

Dalam diskusi yang disiarkan secara live streaming di youtube, instagram, dan facebook Media Idonesia, Kamaruddin mengaku mengajukan pinjaman Rp100 miliar. 

"Semua persyaratan sudah kami penuhi secara lengkap. Covid-19 ini sangat berdampak bagi Koperasi BMI.Teman-teman koperasi lain juga mengaku belum terima (dana PEN)," cetusnya.

LPDB KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM RI menyiapkan dana Rp1 triliun untuk memulihkan kehidupan koperasi yang terdampak pandemi covid-19. Dana yang diberikan kepada koperasi bentuknya pinjaman bunga rendah, yakni 3%. 

Menjawab hal itu, Staf Ahli Menkop dan UKM RI Fiki Satari yang menjadi salah satu narasumber diskusi virtual itu langsung menelpon LPDB KUMKM Supomo. "Masih dalam proses karena jumlah pengajuannya besar. Nanti dari LPDB akan mengirimkan surat jawaban ke Koperasi BMI. Mari kita kawal bersama prosesnya," kata Fiki.

Kamaruddin mengatakan, terkait program aksi pemulihan ekonomi nasional itu sebanyak 100 koperasi di Indonesia diundang untuk mendapatkan pinjaman dengan bunga menarik. "Sebanyak 80 Koperasi diundang ke Gedung Smesco dan 20 Koperasi diundang ke Istana Negara, termasuk saya dari Koperasi BMI," ujarnya.

Fiki Satari hadir dalam diskusi menggantikan Menkop dan UKM RI Teten Masduki yang mengikuti agenda kementerian setelah menjadi pembicara kunci (keynote speaker) Dialektika Media Indonesia tersebut.
IKut hadir pada acara itu, Staf Khusus Menkeu RI Yustinus Prastowo dan Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia M Ikhsan Ingratubun.

Menkop dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sangat bergantung pada kekuatan ekonomi domestik yaitu belanja pemerintah yang efektif dan konsumsi masyarakat yang mencapai 57%.

"Karena dengan kekuatan ekonomi domestik memang kita punya market yang cukup besar, 260 juta penduduk kita yang kalau kita perkuat daya belinya, ekonomi kita masih bisa berputar," jelasnya.

Dari sisi demand, lanjut Teten, di tengah masyarakat yang pendapatannya menurun dan juga daya beli yang juga turun, kebijakan fiskal sangat diandalkan. Dalam hal ini, Kemenkop UKM sudah mencari upaya yaitu dengan belanja K/L (Kementerian dan Lembaga) itu didorong untuk belanja produk koperasi dan UKM. 

"Tahun ini dari sisi belanja, ada sekitar Rp307 triliun yang kami bisa orientasikan untuk belanja produk koperasi dan UMKM," ujarnya. (OL-8).

BERITA TERKAIT