07 September 2020, 23:57 WIB

Covid-19 Tinggi, ke Kantor Kemen-BUMN Harus Lampirkan Rapid Test


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara kini memberlakukan ketentuan baru di mana tidak sembarangan pengunjung bisa datang ke kantor pemerintah tersebut.

Dalam akun media sosial BUMN disebutkan, pengunjung wajib melampirkan surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif. Hal itu untuk mencegah penularan covid-19.

"Mulai hari ini Senin, 7 September 2020, bagi yang mengunjungi kantor Kementerian BUMN, diwajibkan untuk menunjukan surat keterangan uji rapid test dengan hasil non reaktif yang berlaku maksimal 7 (tujuh) hari," sebut informasi tersebut, Jakarta, Senin (7/9).

Selain itu pengunjung juga harus mengisi self assessment melalui formulir isian elektronik yang tersedia di lobby Kementerian BUMN.

Baca juga : Pengamat: Perbankan Harus Bantu UMKM untuk Pemulihkan Ekonomi

Kementerian BUMN, sebutnya, menyediakan layanan uji rapid test berbayar di Lobby Barat Gedung Kementerian BUMN.

"Kebijakan ini dilakukan untuk memastikan adanya jaminan kesehatan bersama dan berlaku sampai dengan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir," ungkapnya.

Per hari ini, melalui data Kementerian Kesehatan mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 totalnya menjadi 196.989 setelah ada penambahan sebanyak 2.880 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 140.652 setelah ada penambahan sebanyak 2.077 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 8.130 dengan penambahan 105 orang. (OL-7)

BERITA TERKAIT