07 September 2020, 08:00 WIB

Digitalisasi Pos Indonesia, Kenalkan Layanan Kurir QPOSinAja


mediaindonesia.com | Ekonomi

FOTO : PT Pos Indonesia (Persero) menawarkan layanan kiriman mudah melalui aplikasi QPOSinAja. Layanan ini menyediakan fitur online booking untuk pengiriman barang cukup dari rumah saja.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PT Pos Indonesia (persero) terus melakukan inovasi digital untuk meningkatkan layanan kurir di Indonesia. Berbagai terobosan layanan terus diciptakan, agar transaksi kiriman lebih mudah, fleksibel, cepat, dan bisa dilakukan di mana saja.

Terobosan digitalisasi layanan kiriman hampir dilakukan Pos Indonesia di semua lini. Mulai dari akses layanan, collecting, processing, delivery, hingga sistem pembayaran yang semua dilakukan secara digital.

Menurut Vice President Marketing PT Pos Indonesia (Persero) Tata Sugiarta, digitalisasi Pos Indonesia adalah sebuah keniscayaan. Hampir semua masyarakat telah menggunakan gadget sebagai penopang aktivitasnya.

Data terbaru, dari 272,1 juta penduduk Indonesia, pengguna internet mencapai 175,4 juta jiwa dengan jumlah smartphone yang terkoneksi mencapai 338,2 juta unit.

"Mau tidak mau, Pos Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman. Ketika semua orang sekarang mengandalkan gadget untuk menopang aktivitasnya, berarti kami harus terjun ke sana. Artinya, semua harus terdigitalisasi dengan baik," jelas Tata.

Menurut dia, proses digitalisasi telah dilakukan Pos Indonesia untuk layanan kurir dari pengirim hingga barang sampai ke tujuan atau penerima. Meliputi proses Collecting, Processing, Transporting, dan Delivery (CPTD).

Proses pertama adalah collecting yang saat ini juga telah dilakukan Pos Indonesia secara digital. Masyarakat tinggal mengakses aplikasi QPOSinAja untuk memproses barang yang akan dikirim. Aplikasi ini dapat di-download di Playstore atau diakses melalui website Pos Indonesia.

"Dulu kalau orang mau mengirim barang harus datang ke Kantor Pos, tapi sekarang pakai QPOSinAja tinggal lakukan prosesnya di rumah, nanti barang akan diambil oleh O-Ranger. Jadi ini juga cara kami mendukung aktivitas di rumah aja akibat pandemi, di mana aktivitas pengiriman barang tetap bisa dilakukan," beber dia.

Aplikasi yang dibidik untuk digunakan para seller ini, memungkinkan proses pendataan barang dilakukan sendiri di rumah atau online booking. Bila proses entri data barang selesai, pengguna tinggal melakukan printing pink label yang berisi barcode.

Setelah semua tahapan pelabelan selesai, barang kemudian akan dijemput oleh O-Ranger Pos Indonesia. SDM O-Ranger ini cukup memadai, sejalan banyaknya kantor cabang dan ekspansi Agen Pos yang saat ini sedang digencarkan BUMN ini.

O-Ranger, kata dia, nantinya tinggal melakukan scan barcode, menandakan kiriman telah masuk sistem processing Pos Indonesia. Pada tahap ini, juga akan dilakukan penagihan pembayaran. Pembayaran bisa menggunakan uang cash, e-wallet seperti Ovo dan Gopay, serta menggunakan Pos Giro Mobile (PGM). 

Setelah proses collecting dan processing selesai dilakukan, barang kemudian akan dibawa oleh O-Ranger untuk dilakukan proses transporting. Pada tahap ini, proses pengiriman juga dilakukan secara digital, menggunakan barcode. Sehingga proses tracking mudah dilakukan untuk mengontrol keberadaan barang.

Terakhir, barang akan masuk pada fase delivery ke penerima. Untuk memudahkan konsumen, mereka bisa menggunakan fasilitas cash on delivery (COD) atau bayar ketika barang datang. Proses pembayaran juga bisa menggunakan uang cash, e-wallet, atau PGM.

Menurut Tata, semua proses itu bisa diakses konsumen secara digital. Mereka juga bisa memilih layanan kiriman yang telah disediakan Pos. Baik kiriman reguler, Kilat Khusus, atau layanan terbaru Q9. Sebuah layanan pesan antar secara real time. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT