29 August 2020, 12:39 WIB

Airnav Catat Aktivitas Pergerakan Pesawat Terus Meningkat


Hilda Julaika | Ekonomi

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia mencatat pergerakan pesawat udara di ruang udara Indonesia terus mengalami peningkatan. Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, menyampaikan total pergerakan pesawat udara yang dikelola oleh AirNav Indonesia pada Juli 2020 sejumlah 76.614 pergerakan. Angka ini meningkat dibandingkan pergerakan pesawat pada Juni 2020  dengan  47.674 pergerakan.

"Seiring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di industri penerbangan, tren peningkatan pergerakan pesawat udara untuk rute domestik terjadi di hampir seluruh bandara-bandara besar di Indonesia," kata Pramintohadi dalam keterangan resmi diterima mediaindonesia.com, Sabtu (29/8).

Ia mencontohkan untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar pada Juni AirNav Indonesia Cabang Denpasar mengelola 545 pergerakan pesawat udara. Kemudian meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan juli menjadi 1.373 pergerakan.

Dijelaskannya, peningkatan tersebut telah diantisipasi oleh AirNav Indonesia melalui berbagai program yang diluncurkan dalam mengahadapi penurunan pergerakan pesawat udara akibat pandemi covid-19.

Di antaranya dengan meningkatkan keahlian dan kompetensi personelnya melalui berbagai pelatihan. Salah satunya adalah simulator air traffic control yang AirNav miliki. Sedangkan untuk peralatan navigasi penerbangan, pengecekan secara berkala sesuai dengan regulasi dan standard operation procedure (SOP) yang berlaku terus dilakukan. Salah satunya melalui penerapan remote maintainance untuk peralatan communication, navigation, surveillance dan automation (CNS-A).

Sementara itu, Kepala Divisi Pengendalian Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia, Endaryono mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi personel layanan navigasi penerbangan dari penularan covid-19.

baca juga: Pengaliran Gas ke Power Plant Menghemat US$12 Juta Per Tahun

Terdapat tiga prosedur adaptasi kebiaan baru yakni protokol operasional, protokol personel on-duty dan perlindungan tempat kerja. Ketiga protokol ini mengadaptasi protokol kesehatan ketat yang diterapkan di industri penerbangan antara lain, membatasi jumlah personel yang bertugas, membatasi kontak fisik, jaga jarak, pengecekan suhu tubuh berkala, penggunaan alat pelindung diri seperti masker, face shield dan sarung tangan, serta prosedur mitigasi untuk personel yang merasa kurang sehat.

"Seluruh protokol kesehatan ketat ini tetap mengedepankan keselamatan dan efisiensi penerbangan," jelasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT