08 August 2020, 04:15 WIB

Peluang Industri Dirgantara Tetap Terbuka Lebar


Hilda Julaika | Ekonomi

DIREKTUR Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro mengakui kapasitas produksi PT DI sempat anjlok hingga 60% akibat pandemi covid-19. Kendati demikian, Elfien optimistis peluang di industri ini tetap terbuka.

“Proses produksi juga terdampak karena protokol kesehatan harus dijaga. Ini mengakibatkan pada tiga bulan itu sempat drop paling rendah 60% kapasitas produksi kita turun. Ini kemampuan kita untuk melakukan produksi turun, baik karena kondisi maupun komponen material yang belum ada,” ujarnya dalam diskusi secara virtual, kemarin.

Namun, kata Elfien, saat ini secara perlahan kapasitas produksi mulai membaik. Meski begitu, perusahaan akan melakukan review terhadap pendapatan perseroan karena dari segi pendapatan dipastikan terjadi penurunan. Pihaknya pun berharap pendapatan tak anjlok lebih dari 40%.

“Semua pendapatan juga akan kita review kembali, memang signifikan turun. Kami menargetkan turunnya hanya antara 3%-40%,” harapnya. #Adapun penurunan pendapatan ini lantaran beberapa pasar tidak dapat dipenuhi permintaannya. Ada juga penundaan permintaan produk untuk pesawat terbang dan karena adanya anggaran perusahaan yang dipotong.

“Belum lagi supplier kita di Amerika Serikat dan Eropa tengah mengalami resesi. Jadi, ini penurunan kapasitas, keterlambatan proses pengiriman ini terjadi. Masalah kargo juga karena koneksi antarnegara juga terputus,” paparnya.

Meski begitu, pihaknya meyakini masih ada peluang untuk industri ini. Pasalnya, menurutnya, Indonesia ialah negara kepulauan yang selalu membutuhkan transportasi penerbangan.

“Yang paling penting sekarang kita punya peluang. Pasar harus dijadikan program oleh pemerintah dan kita harus mencintai produk sendiri. Maka demand juga akan tinggi,” pungkasnya.

Optimisme serupa diungkapkan Komisaris Utama PT Regio Aviasi Indonesia (RAI) Ilham Habibie. Dia meyakini tetap ada peluang bagi industri kedirgantaraan di tengah pandemi covid-19. Menurut Ilham, pandemi ini menjadi wake up call bagi industri ini.

“Kalau harus berubah karena keadaan, di sinilah peluang untuk kita. Ada ancaman sekaligus peluang di zaman covid-19 ini. Saya yakin industri ini bisa menyesuaikan diri,” ujarnya. (Hld/E-3)

BERITA TERKAIT