27 July 2020, 13:15 WIB

Dukung Pembayaran non-Tunai, Jenius Luncurkan Jenius QR


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PEMERINTAH sejak tahun lalu sudah gencar mengeluarkan kebijakan pembayaran non-tunai. Kini sistem pembayaran tersebut semakin marak dan dianjurkan seiring masih merebaknya virus korona.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, Jenius, solusi life finance dari Bank BTPN, kembali meluncurkan fitur terbaru yaitu Jenius QR. Fitur itu mendukung kenyamanan bertransaksi masyarakat digital savvy Indonesia, sekaligus mendukung program Bank Indonesia dalam mendorongpembayaran non-tunai. Jenius QR memudahkan digital savvy bertransaksi tanpa menggunakan uang tunai atau kartu debit, langsung memotong saldo aktif, dan tanpa perlu berpindah aplikasi.

Baca juga: Pembayaran Nontunai akan Diterapkan pada Rute Bus Pengumpan

Diungkapkan Digital Banking Business Product Head Bank BTPN, Waasi Sumintardja, di masa pandemi seperti sekarang ini, pembayaran non-tunai memang sangat dianjurkan untuk memutus penyebaran covid-19. Untuk itu mereka menawarkan pembayaran yang semakin mudah dan simpel

"Kami memperkenalkan Jenius QR sebagai metode pembayaran baru secara nontunai untuk transaksi yang lebih simpel, cerdas, dan aman karena transaksi tersebut langsung terhubung dengan saldo aktif dan tercatat di transaction history. Fitur iini semakin maksimal sebagai upaya mendukung anjuran pemerintah di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini untuk meminimalkan kontak fisik, termasuk ketika melakukan transaksi pembayaran dan memberikan kemudahan bagi merchant serta para pengguna Jenius,” ujarnya

Masa adaptasi kebiasaan baru  telah mengubah kebiasaan dan cara dalam melakukan segala hal, termasuk dalam mengakses kebutuhan finansial hingga pengalokasian dana. Berdasarkan studi, selama masa adaptasi kebiasaan baru ditemukan bahwa 52% responden masih menjalankan working from home dan 48% telah working form office.

Hasil survei juga menunjukkan lima aktivitas yang paling sering dilakukan di luar rumah selama masa adaptasi kebiasaan baru oleh responden yang masih working from home adalah berbelanja di minimarket (61%), berbelanja di supermarket (44%), berbelanja di pasar tradisional (30%), beribadah di luar rumah (28%), dan olah raga luar ruangan (20%).

Kemudian tiga transaksi offline yang paling sering dilakukan pada masa adaptasi kebiasaan baru oleh responden yang telah working from office adalah berbelanja bahan-bahan makanan (72%), membeli kudapan (62%), dan membeli barang elektronik (62%). Untuk responden yang masih working from home didominasi oleh transaksi online. Tiga transaksi online yang paling sering dilakukan oleh responden yang masih working from home yaitu berbelanja fashion (88%), membeli gadget (80%), dan membeli vitamin dan suplemen (59%). Dalam hasil riset tersebut juga ditemukan bahwa digital savvy di wilayah Jabodetabek mulai beralih menggunakan pembayaran non-tunai dalam melakukan transaksi di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

Jenius QR membantu digital savvy untuk bertransaksi di jaringan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) seluruh Indonesia, termasuk di jaringan e-Wallet seperti GoPay, OVO, DANA, dan sebagainya. Kesehatan dan keamanan digital savvy pun lebih terjaga karena semua pembayaran bisa dilakukan secara contactless. Jenius QR diterima untuk beragam jenis transaksi di jaringan QRIS mana pun.

Digital savvy juga dapat bertransaksi lebih simpel dari satu tempat. Pengguna cukup memindai QRIS dengan aplikasi Jenius tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain dan tanpa repottop up lagi. Pembayaran QRIS dengan Jenius juga dilengkapi keamanan berlapis berupa biometrik sidik jari/sensor wajah dan PIN. Pengguna juga bisa memanfaatkan otentikasi transaksi (memasukkan password setiap ingin melakukan pembayaran) dengan menetapkan limit sesuai kebutuhan.

“Kebutuhan digital savvy berkembang begitu dinamis, untuk itu Jenius ingin terus hadir memberikan solusi life finance yang semakin simpel, cerdas, dan aman melalui proses kokreasi dan kolaborasi. Semoga fitur baru ini dapat bermanfaat dan mendukung ekosistem pembayaran non-tunai dan integrasi ekonomi digital di Indonesia,” ujar Waasi. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT