02 July 2020, 08:45 WIB

Asosiasi Batu Bara Usul Pangkas Produksi 115 Juta Ton M/T


Raja Suhud |

Kondisi over supply yang terjadi di sektor pertambangan batu bara, membuat Asosiasi Produsen Batu Bara Indonesia (APBI) mengusulkan pemangkasan target produksi tahun ini. 

Beberapa analis seperti IHS Markit memperkirakan penurunan permintaan batu bara di 2020 pasca Covid-19 merupakan penurunan yang terbesar sepanjang sejarah. 

Dari kajian APBI, diperkirakan seaborne demand telah terkoreksi sekitar 85 juta M/T dari sekitar 980 juta M/T di Januari menjadi sekitar 895 juta M/T di Juni 2020.  Jumlah ini diperkirakan masih akan terus terkoreksi sampai akhir tahun jika Pandemi Covid 19 terus berlanjut.

Dampak dari Pandemi Covid-19 yang menyebabkan semakin melebarnya kondisi oversupply di pasar batu bara termal global mendorong harga terus turun. Kondisi ini semakin mencemaskan karena trend harga rendah masih akan berlanjut akibat kekhwatiran akan kemungkinan gelombang kedua (2nd wave) serangan Covid-19 yang dapat kembali menekan pemulihan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor batubara Indonesia seperti, di Tiongkok, India, Jepang, Korea, dan lain-lain. 

Turunnya harga yang mana Harga Batubara Acuan (HBA) Juni dan Juli yang di level US$50-an dollar / MT (basis 6322 GAR) yang mana mendekati level harga di tahun 2016. 

Dengan kondisi seperti ini APBI berpendapat perlu segera ada upaya pengendalian produksi melalui pemotongan produksi (production cut) dari para produsen batubara nasional. Pemotongan produksi diharapkan dapat menekan harga yang terus turun karena semakin melebarnya oversupply

Menurut kajian APBI, perkiraan produksi batubara tahun 2020 sekitar 595 juta ton M/T telah turun menjadi 530 juta M/T di Juni 2020. 

Namun demikian, APBI memandang masih diperlukan pengendalian produksi nasional dengan adanya tambahan production cut sampai dengan 50 jt M/T sehingga produksi batubara nasional menjadi sekitar 480 juta M/T agar supaya tercapai keseimbangan supply dan demand pada global seaborne market.  Berarti ada sekitar pengurangan produksi 115  juta ton M/T dari target awal. 

Dengan kondisi demand yang masih belum membaik, maka untuk menjaga profitabilitas, para produsen besar (major producers) anggota APBI telah berencana untuk melakukan pemotongan produksi tahun 2020 sebesar 15-20% dari rencana awal. 

"Pemotongan produksi ini diharapkan dapat mendongkrak harga batubara global dengan tercapai keseimbangan supply dan demand pada global seaborne market," Ketua Umum APBI-ICMA Pandu Sjahrir dalam keterangan tertulisnya.

Rencana pemotongan produksi ini tentunya akan berdampak terhadap target penerimaan pemerintah dari produksi nasional sebesar 550 juta M/T dan juga target-target dari masing masing produsen.

Namun, menurut APBI,  upaya production cut merupakan upaya terbaik yang bisa dilakukan oleh para produsen dan tentu dengan dukungan pemerintah agar industri pertambangan batubara nasional bisa survive di tengah Pandemi Covid-19. 

"Jika perusahaan bisa survive, pemerintah pusat dan daerah akan diuntungkan jika perusahaan bisa mempertahankan kinerjanya dan melanjutkan investasinya," tandasnya. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT