24 June 2020, 07:15 WIB

Loket Perizinan Usaha Perikanan Tangkap Buka 24 Jam


Hilda Julaika | Ekonomi

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap membuka loket layanan perizinan usaha perikanan tangkap secara  online selama 24 jam pada hari kerja. Pelayanan non-stop 24 jam ini dimulai sejak 22 Juni 2020.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar , hal ini untuk meningkatkan pelayanan seiring dengan bertambahnya permohonan izin usaha perikanan tangkap melalui Sistem Informasi Izin Layanan Cepat (SILAT) di tengah pandemi covid-19.

"Layanan online ini menjawab permasalahan tingginya permohonan perizinan yang masuk melalui SILAT. Kini SILAT hadir untuk memberikan layanan prima agar usaha perikanan tangkap dapat terus berkelanjutan. Sudah satu semester kita jalankan ini dan responnya baik," ujarnya melalui keterangan resmi yang Media Indonesia terima, Selasa (23/6).

Layanan 24 jam ini nantinya akan berlaku di hari kerja saja. Tutup pada Hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Petugas verifikasi permohonan izin usaha perikanan tangkap ini akan disesuaikan karena bisa bekerja di mana saja dan kapan saja. Meski demikian akan terus kita pantau dan evaluasi agar dapat memberikan pelayanan yang optimal.

“Inovasi loket layanan usaha perikanan tangkap 24 jam ini diharapkan dapat terus meningkatkan iklim usaha perikanan tangkap. Para pelaku usaha akan didorong untuk dapat mengisi kekosongan daerah penangkapan ikan tidak hanya di zona ekonomi eksklusif Indonesia namun hingga ke laut lepas,”imbuhnya.

Hingga 22 Juni 2020 , sambung Zulficar, layanan SILAT online 1 jam telah menerbitkan 4.080 dokumen perizinan sejak diluncurkan pada tanggal 31 Desember 2019. Angka ini terdiri dari 1.158 Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), 2.750 Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) dan 172 Surat Izin Kapal Penangkut Ikan (SIKPI).

Dampaknya capaian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Sumber Daya Alam perikanan tangkap juga mengalami kenaikan sebesar 17,78 %. Jika dibandingkan periode yang sama, pada tahun 2019 PNBP SDA perikanan tangkap sampai dengan Juni mencapai Rp 253 miliar, sedangkan tahun ini sampai dengan 19 Juni 2020 PNBP SDA perikanan tangkap mencapai Rp 298 miliar. (E-1)

BERITA TERKAIT