24 September 2019, 19:44 WIB

Penghapusan IMB Baru Sebatas Wacana


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MENTERI Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengungkapkan kebijakan penghapusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih sebatas wacana.

Rencana tersebut mencuat karena Sofyan melihat, selama ini, IMB bukanlah perizinan yang efektif. Pasalnya, banyak pelaku usaha yang menyalahi izin pembangunan yang telah diberikan.

"Misalnya, kita berikan izin membangun seluas 200 meter persegi, ternyata mereka bangun 400 meter persegi. Izin tidak sesuai dengan bangunannya. Tapi ini ya dibiarkan saja. Tidak ada kontrol," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Selasa (24/9).

Padahal, menurutnya, pengawasan adalah hal yang lebih penting ketimbang perizinan.

Maka itu, harus ada pendekatan baru untuk mengubah kebiasaan negatif pelaku usaha.

Baca juga : Pemerintah Rencanakan Hapus IMB

"Dari situ muncul wacana penghapusan IMB. kita akan ganti izin dengan penggunaan standar," jelasnya.

Yang dimaksud dengan menggunakan standar ialah pemerintah akan menetapkan ketentuan-ketentuan untuk mendirikan bangunan yang wajib diikuti pelaku usaha dalam membangun properti.

Jadi, pelaku usaha tidak perlu lagi mengajukan izin, tetapi mereka harus mengikuti ketentuan yang telah menjadi standar.

"Jadi silakan bangun asal sesuai standar. Kalau tidak sesuai, nanti akan ada inspektur bangunan yang akan menertibkan, membongkar," tuturnya.

Pengawasan akan dilakukan langsung oleh Kementerian ATR. Nantinya, akan ada pejabat penyidik PNS dari kementerian tersebut untuk bisa menyidik para pelanggar standar.

"Sekarang kan tidak bisa. Kalau ada yang melanggar, kita tidak bisa tahan. Ke depannya kita ingin bisa seperti itu. Pelanggaran harus ada sanksinya supaya masyarakat disiplin. Negara ini makin hari harus makin tertib," tegas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT